Dengan mengusung tema “Parenting Efektif Cegah Stunting”, sosialisasi ini dihadiri oleh jajaran pemerintah kecamatan dan desa, tenaga kesehatan, serta perwakilan tiga posyandu yakni Nuri, Rambutan, dan Kakatua. Sebanyak 111 penerima manfaat turut ambil bagian dalam kegiatan ini yang mencerminkan besarnya perhatian dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya peran keluarga dalam mencegah stunting sejak dini. PT PHSS memberikan dukungan berupa program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal dan Pemberian Makanan Bergizi (PMB) kepada ratusan balita di Desa Kutai Lama.
Program PMT dan PMB mengedepankan konsep Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA). Program ini berlangsung sejak 5 Mei hingga 29 Juni 2025 dengan menyasar tiga kategori balita bermasalah gizi, yaitu balita gizi kurang sebanyak 33 anak, balita berat badan kurang sebanyak 7 anak, serta balita tidak naik berat badan sebanyak 71 anak.
Penyaluran PMT dilakukan oleh kader posyandu dengan pemantauan intensif oleh tenaga kesehatan. Hasil evaluasi Puskesmas Sungai Meriam menunjukkan dampak signifikan, antara lain 81,8 persen balita kategori gizi kurang berhasil mengalami kenaikan berat badan, kemudian 85,7 persen balita dengan kategori berat badan kurang juga berhasil naik berat badannya, serta 90,1 persen balita kategori tidak naik berat badan menunjukkan perbaikan berat badan.
Manager PHSS Field Widhiarto Imam Subarkah menegaskan komitmen Perusahaan untuk terus menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan melalui program pelibatan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi Perusahaan sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam menjalankan operasi hulu migas Perusahaan.
“Kegiatan sosialisasi ini sebagai wujud kepedulian kami terhadap masa depan generasi muda dan dukungan kepada kebijakan pemerintah dalam pencegahan stunting,” jelasnya kepada korankaltim.com, Rabu (3/9/2025).
Imam meyakini keberhasilan program-program CID perusahaan merupakan hasil kolaborasi antara Perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan, terutama masyarakat pemerintah daerah, dan mitra pelaksana. Oleh karena itu, PHSS berkolaborasi bersama puskesmas, pemerintah daerah dan kader posyandu dalam program pencegahan stunting di wilayah ini.
“Kehadiran program ini diharapkan dapat memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah ring I perusahaan, serta mendukung lahirnya generasi sehat dan unggul di Kecamatan Anggana,” tegasnya. (*/Kk)