Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar Wiyono yang menjelaskan, proyek ini dilaksanakan bersamaan dengan pembangunan turap yang mengusung konsep taman hijau di kawasan sekitar.
“Untuk jembatan progresnya sudah 51 persen, sementara turap sudah 60 persen. Sesuai kontrak, keduanya harus selesai di akhir tahun. Insya Allah on the track,” kata Wiyono kepada Korankaltim.com Selasa (2/9/2025).
Jembatan Besi lama akan ditutup karena mengingat kondisinya sudah tua serta diketahui bangunan sudah mulai keropos dan beresiko sehingga dirancang khusus bagi pejalan kaki dan pesepeda. “Kalau kendaraan kecil mungkin masih bisa, tapi kendaraan berat tidak boleh lagi karena bisa patah,” ungkapnya.
Selain mengedepankan aspek keamanan, pemerintah juga memperhatikan kelancaran lalu lintas. Desain jembatan baru sudah mempertimbangkan lebar tikungan dan manuver kendaraan. Posisi jembatan berada di antara bentang utama, tepatnya di Jalan Kartini hingga menyeberang ke jalan area Monumen Timur dan terdapat kemiringan pada konstruksinya.
“Memang posisinya tidak persis di tengah, tapi relatif aman. Jalan Kartini nanti juga akan dilebarkan minimal 10 meter sehingga arus lalu lintas lebih lancar,” tambahnya.
Dengan progress pembangunan jembatan dan turap taman hijau disekitarnya, masyarakat akan mendapatkan manfaat ganda. Selain aksesibilitas transportasi yang lebih aman dan nyaman, kawasan sekitar juga akan memiliki ruang terbuka hijau yang indah dan fungsional.
“Konsep taman ini penting karena memberi nilai tambah, bukan hanya sekadar infrastruktur, tetapi juga mendukung keindahan kota dan kenyamanan warga,” tutup Wiyono.
Editor: Aspian Nur