Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan pengukuhan dan pelantikan kepengurusan KTNA Kukar masa bakti 2025-2030 yang diketuai Edi Damansyah oleh Ketua KTNA Kaltim H Anwar, disaksikan seluruh undangan yang hadir.
Ketua KTNA Kukar Edi Damansyah dalam sambutannya mengatakan pelantikan dan pengukuhan yang dilaksanakan pada hari ini merupakan tindak lanjut dari hasil rembuk tingkat Kabupaten Kukar yang telah diselenggarakan pada tanggal 23 juli 2025 bertempat di balai Penyuluh Pertanian atau DPP Kecamatan Tenggarong.
Lebih lanjut, dirinya juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada dirinya untuk menakhodai KTNA Kukar. Namun dirinya berharap kepengurusan KTNA Kukar masa bakti 2025-2030 peran dan fungsinya bisa terus dimaksimalkan dalam mendukung program pemerintah khususnya pada sektor pertanian dalam arti luas.
”Terima kasih atas kepercayaan teman-teman yang terhimpun di KTNA Kabupaten Kutai Kartanegara, karena pada rembuk 23 Juli yang lalu secara aklamasi meminta kami kembali mengurusi KTNA Kukar, ” ujar Edi Damansyah.
Sementara itu, dr. Aulia Rahman Basri mengucapkan selamat dengan telah dikukuhkannya kepengurusan KTNA Kukar masa bakti 2025-2030.
Dirinya, mengapresiasi kesediaan dari Ketua KTNA Kukar yang baru dilantik untuk terus memajukan sektor pertanian dalam arti luas di wilayah Kabupaten Kukar. Karena menurutnya tidak dipungkiri selama kepemimpinan Ketua KTNA Kukar yang baru saat ini selama menjadi Bupati Kukar terdahulu sektor pertanian dalam arti luas di wilayah Kabupaten Kukar bisa mengangkat harkat, derajat, dan martabat petani Kukar semakin baik.
”Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara kami mengucapkan selamat kepada pengurus KTNA Kukar yang baru saja dilantik,” ucap dr. Aulia Rahman Basri.
Lebih lanjut, dr. Aulia mengatakan posisi KTNA Kukar merupakan stakeholder penting di Pemerintahan Kabupaten Kukar sebagai mitra pemerintah dalam mengawal program Kukar Idaman Terbaik. dimana melalui visi keduanya yaitu Terbaik dalam mewujudkan pengembangan hilirisasi sektor pertanian, pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai fondasi ekonomi baru non ekstraktif.
”Ini memberikan pesan kepada kita semua bapak ibu bahwa masa depan Kutai Kartanegara itu adanya pada sektor pertanian dalam arti luas,” pungkas dr. Aulia Rahman Basri. (adv/prokom07/si/mh)