Acara tersebut berlangsung di Halaman Kantor Bupati Kukar, turut dihadiri perwakilan kabupaten dan kota se Kalimantan Timur.
Acara ini menjadi momen penting untuk menampilkan kekayaan budaya Kutai sekaligus menegaskan komitmen Pemkab Kukar dalam membangun keluarga berkualitas.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menjelaskan, istilah Begenjoh dalam bahasa Kutai bermakna bergembira atau bersukaria.
Dalam tradisi Kutai, Begenjoh diwujudkan melalui tarian Jepen yang dahulu kerap dipentaskan di lingkungan istana maupun saat bulan purnama.
“Melalui Begenjoh, kita ingin menyambut tamu-tamu kehormatan dengan kegembiraan dan memperlihatkan tradisi luhur masyarakat Kutai,” ujarnya, Sabtu (30/1/2025).
Acara ini dihadiri Wakil Menteri, Gubernur Kalimantan Timur, para kepala daerah, hingga jajaran BKKBN pusat maupun daerah. Pemkab Kukar menyampaikan apresiasi tinggi atas kepercayaan menjadikan Tenggarong sebagai tuan rumah Harganas ke-32 tingkat Provinsi Kaltim.
“Keluarga yang berkualitas, sehat, dan sejahtera adalah pilar utama untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan tangguh,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aulia bersama istri juga dikukuhkan sebagai Ayah Bunda Genre Kabupaten Kukar. Amanah ini, katanya, akan menjadi tantangan sekaligus kehormatan untuk mendampingi generasi muda agar menjauhi perilaku berisiko dan siap menjadi calon ayah serta ibu yang bertanggung jawab.
“Program Genre sangat sejalan dengan visi Kukar Idaman Terbaik dalam menyiapkan generasi tangguh dan berkualitas,” tegasnya.
Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim dr Nurizky Permanajati mengatakan, peran Ayah Bunda Genre sangat penting dalam menyiapkan remaja sebagai calon orang tua yang bertanggung jawab.
“Generasi muda adalah calon ayah dan ibu masa depan. Bekal pendidikan, kesehatan, dan tanggung jawab sejak dini akan melahirkan generasi baru yang sehat dan berdaya saing,” pungkasnya.
Editor: Erwin