Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kukar melalui Event Organizer (EO) Tari Massal Erau Depri mengungkapkan, pembukaan Erau tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena menampilkan kisah hidup Sultan Aji Muhammad Idris yang merupakan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-14.
“Erau tahun ini bertemakan menjaga maruah peradaban Nusantara dilaksanakan 21-28 September mendatang. Saat ini kami terus memaksimalkan waktu yang ada agar dapat tampil maksimal pada acara pembukaan nantinya. Tahun ini mengangkat cerita Sultan Aji Muhammad Idris,” kata Depri kepada korankaltim.com, Kamis (28/8/2025).
Ada beberapa peran yang akan dimainkan, seperti dari pihak istana kerajaan, juga ada peran sebagai sultan, kemudian ada juga peran masyarakat yang dimainkan anak-anak teater. Yang menarik pada pertunjukan ini adalah peran masyarakat, mereka akan menggiring cerita bukan pada masa kerajaan Sultan Aji Muhammad Idris, melainkan masyarakat dari masa depan, menceritakan tentang kejadian di waktu itu.
"Artinya mengangkat lagi kehidupan di masa Sultan Aji Muhammad Idris. Karena kami sangat terkendala literasi mengenai Sultan Aji Muhammad Idris. Dan ceritanya simpang siur. Tapi yang perlu digaris bawahi dan masyarakat perlu tahu, Sultan Idris adalah putra Kalimantan yang diangkat oleh Presiden Joko Widodo saat itu sebagai satu-satunya pahlawan dari Kalimantan Timur, pada tahun 2022," terangnya.
Bahkan lanjutnya, ada yang mengatakan kalau Sultan Aji Muhammad Idris ini meninggal di medan perang, ada juga yang mengatakan mati karena sakit. Jadi kecocokan antara sejarawan yang ada di Kutai dengan di Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan pun belum ketemu pasti mana fakta yang sebenarnya.
"Makanya kami angkat dengan tanda tanya besar juga, dan harapannya ketika tarian kolosal ini ditampilkan mudah-mudahan ada titik terang. Kami bisa diluruskan dan kami semakin tahu apa sebenarnya yang terjadi di balik cerita Sultan Aji Muhammad Idris," ujarnya.
Ia menambahkan, penampilan tari massal tahun ini tentu ada perbedaan dari tahun sebelumnya, karena anggaran terbatas dan juga persiapan yang cukup singkat. Namun dengan kerjasama tim produser, koreografer dan para penari, persiapan tari massal tahun ini pihaknya optimis bisa berlangsung dengan lancar. Saat ini para peserta tari kolosal sedang berlatih di Stadion Rondong Demang Tenggarong, yang sebelumnya berlatih di halaman Planetarium Jagad Raya Tenggarong.
Depri menegaskan pertunjukan kesenian Erau tahun ini bakal ada pembaharuan-pembaharuan di lapangan, yakni salah satunya dari segi gerakan, penampilan akting, sampai ke aransemen lagu yang mengiringi pementasan.
"Semuanya akan diperbaharui. Mudah-mudahan masyarakat senang. Total penari 400 orang, nantinya akan dimaksimalkan dalam penampilannya. Per kelompok akan diberi porsi tampil selama tiga menit, ada yang lima menit, menyesuaikan dengan isi naskah yang telah ditentukan," tegasnya. (*)