Taufik dalam laporannya mengatakan forum tersebut dilaksanakan guna memantapkan program penyuluhan yang ada di Kukar, yang awalnya dimulai dari tingkat desa/kelurahan, kemudian di tingkat kecamatan dan pada tingkat kabupaten.
Ditambahkannya, kegiatan itu juga sebagai sarana dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan wawasan para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), khususnya dalam mengembangkan dan melakukan pendampingan bagi para petani yang ada.
”Kegiatan ini diikuti sebanyak 128 penyuluh pertanian yang ada di Kukar, mulai tingkat Madya, muda dan seterusnya,” ujar Taufik.
Sementara itu, Sunggono mengatakan atas nama Pemkab Kukar dirinya menyambut baik dan mengapresiasi atas terselenggaranya Rakernis yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kukar.
Menurutnya, forum tersebut tentunya memiliki fungsi dan peran yang sangat penting dan strategis, khususnya dalam pemantapan dan integrasi sistem penyuluhan secara komprehensif, terpadu dan berkelanjutan. Terlebih melalui forum itu dapat menghadirkan narasumber yang memiliki pengetahuan, konsep dan pengalaman dalam sistem penyuluhan di Indonesia.
Lebih lanjut dikatakan, komitmen Pemkab Kukar terhadap pembangunan pertanian dalam arti luas sangat besar, dan menjadi salah satu program prioritas utama dalam kebijakan pembangunan daerah.
Menurutnya, Kebijakan itu merupakan salah satu strategi transformasi ekonomi Kabupaten Kukar dari ekonomi yang bertumpu atau bergantung pada sumber daya alam yang tidak terbarukan khususnya dari sektor pertambangan minyak bumi, gas dan batubara ke ekonomi yang terbarukan, melalui pembangunan pertanian dalam arti luas, pariwisata dan ekonomi kreatif.
”Melalui program Kukar Idaman Terbaik, diharapkan sektor pertanian dalam arti luas tetap dapat menjadi salah satu sektor andalan, khususnya dalam mempertahankan Kukar swasembada pangan dan menjadi penyanggah utama pangan bagi Provinsi Kalimantan Timur dan IKN, ” pungkasnya. (adv/prokom07/sd/mh)