Ketua Ikatan Keluarga Madura Kukar Moh Samhujiyono Azam memastikan mereka siap menyuguhkan tontonan yang menarik bagi masyarakat dengan penampilan seni musik Ul Daul khas Madura tersebut.
Saat ini replika kereta daul daul sudah tahap dekorasi dan finishing. “Daul Daul merupakan musik tradisional Madura yang banyak diminati masyarakat mulai dari usia kanak-kanak hingga dewasa, ketertarikan atas musik tradisional ini masih tetap berlangsung hingga sekarang, karena itu di pawai pembangunan nanti kami akan menampilkannya,” kata Azam kepada Korankaltim.com, Jumat (22/8/2025).
Ul Daul sendiri pada awalnya hanya sebatas tongtong atau kentongan yang dipukul mengelilingi desa oleh sekelompok warga untuk membangunkan masyarakat desa pada waktu sahur, juga sebagai patroli malam untuk menjaga keamanan kampung.
Namun lama kelamaan semakin berkembang dengan ditambahnya alat musik baru seperti gong, kenong, gendang, rebana, kereta dorong sebagai alat penggeraknya.
“Daul Daul diminati oleh masyarakat selain karena kekhasan dalam perpaduan instrumennya, juga karena dekorasi kereta dorong nya yang indah dan artistik, daya tariknya memang di kereta dorongnya, semoga masyarakat nanti terhibur,” jelasnya.
Editor: Aspian Nur