Meski sempat diguyur rintik hujan, prosesi sakral ini tetap berjalan dengan penuh semangat kebangsaan.
Rangkaian acara diawali dengan iring-iringan kereta kencana yang membawa Bendera Merah Putih dan naskah proklamasi dari kawasan Jam Bentong menuju Kantor Bupati Kukar. Momen ini menghadirkan suasana haru sekaligus kebanggaan, seakan mengingatkan kembali perjalanan panjang bangsa dalam meraih kemerdekaan.
Peringatan detik-detik proklamasi ditandai dengan dentuman meriam sebanyak 17 kali. Suasana semakin khidmat saat Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani membacakan salinan teks Proklamasi, yang kemudian dilanjutkan dengan pengibaran duplikat Sang Saka Merah Putih oleh pasukan pengibar bendera pusaka.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri bertindak sebagai Pemimpin upacara. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa peringatan HUT ke-80 RI harus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat.
“Memasuki usia ke-80 tahun kemerdekaan, atas nama Pemkab Kukar, kami sangat mengharapkan semangat perjuangan para pendahulu bangsa terus kita hidupkan, terutama dalam meneruskan pembangunan di Kukar,” jelasnya.
Jiwa membangun inilah yang diharapkan menjadi spirit bagi seluruh masyarakat. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga sektor swasta, desa hingga RT, semuanya harus bergotong royong untuk membangun bangsa yang makmur dan sejahtera.
“Kami juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para Paskibraka yang telah melaksanakan tugas dengan sangat baik. Ini menjadi bukti bahwa Kukar tidak kalah dengan daerah lain,” pungkasnya.
Editor: Erwin