Hal ini diungkapkan Kepala Desa Kota Bangun Ulu, Khairul Umam. Menurutnya, amblasnya jalan ini dipicu oleh perubahan cuaca ekstrem, diawali banjir dan disusul musim kemarau yang memicu pergerakan tanah di wilayah tersebut.
Kerusakan jalan tersebut terjadi di RT 12, 14, dan 15, di mana badan jalan amblas dan patah di sejumlah titik, membuat pola jalan tersebut naik turun.
“Selain jalan, ada 13 rumah warga dan dua pos ronda yang terdampak ringan, khususnya pada bagian teras,” jelasnya, Jumat (8/8/2025).
Lanjutnya, jalan tersebut masih dapat dilalui pejalan kaki dan pengendara motor. Namun, perlu di ingat kondisi ini tidak sepenuhnya aman.
“Yang kami khawatirkan kalau turun hujan. Saat kami cek kemarin, masih ada pergeseran tanah sekitar 10–15 sentimeter,” ungkapnya.
Menanggapi situasi tersebut, pemerintah desa bergerak cepat telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Tim Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bidang Sumber Daya Air (SDA) telah melakukan peninjauan lokasi pagi tadi.
Selain itu, besok dijadwalkan kunjungan dari Anggota DPRD Kukar, melihat dan mengecek serta diharapkan dapat mempercepat langkah penanganan, mengingat jalan ini merupakan akses vital bagi warga di tiga RT.
Khairul mengungkapkan, pergerakan tanah di jalur tersebut memang kerap terjadi setiap tahun, terutama saat pergantian musim. “Dulu sudah dibangun turap di pinggir sungai, tapi sekarang ikut bergeser kalau kemarau kemudian hujan, pasti ada pergerakan tanah,” ujarnya.
Amblas kali ini mencapai hampir setengah meter dari badan jalan. Meski begitu, belum ada warga yang mengungsi.
Langkah perbaikan diharapkan segera dilakukan sebelum kerusakan semakin meluas, terlebih jika intensitas hujan meningkat dalam waktu dekat.
“Sementara belum ada relokasi pemerintah belum menyediakan lahan untuk relokasi. Sementara ini baru jalan yang amblas ditangani lebih cepat,” pungkasnya.
Editor: Erwin