Kegiatan yang dibuka secara resmi Plt Kepala Dinsos Kukar Yuliandris Suherdiman ini diikuti puluhan warga disabilitas yang tergabung dalam Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kukar dengan menghadirkan narasumber berkompeten di bidangnya yakni Plt Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Thaufiq Zulfian Noor dan penggiat pelaku UMKM yang juga Ketua Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Kukar Tony Anggara.
Kegiatan pelatihan ini merupakan aksi nyata dari Program pemBERdayaan DIsabilitas melalui KolAboRasi dan Inklusi (Berdikari) Dinsos Kukar yang diinisiasi oleh Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Resos) Sunarko.
“Ini kita, saya sangat apresiasi sekali karena saya sering diskusi dengan Pak Narko (Kabid Resos) mengenai disabilitas etam itu mau diapakan sih. Masa cuma diberi makan saja, diberi santunan, begitu seterusnya. Akhirnya terkpikir harus ada program pemberdayaan, seperti yang dilakukan oleh Pak Narko dengan melalui Berdikari ini,” kata Yuliandris.
Ia mengharapkan program Berdikari Dinsos Kukar ini akan sejalan dengan arahan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri agar penyaluran bantuan sosial kedepan bukan hanya berfokus pada bantuan langsung semata untuk memenuhi kebutuhan si penerima manfaat, bukan mengarah pada upaya pemberdayaan.
“Keinginan Bupati Pak Aulia kan kegiatan-kegiatan bantuan-bantuan yang sifatnya charity itu sudah sedikit-sedikit ditinggalkan, kita lebih fokus ke bantuan-bantuan yang sifatnya empowering atau pemberdayaan ya meskipun kegiatan charity ini tidak bisa sepenuhnya dihapus,” harapnya.
Pihaknya tidak menutup mata bahwa masih ada dari sebagian disabiltas yang memang tidak bisa diberdayakan atau tidak bisa melakukan produktivitas dan wajib diberikan bantuan yang sifatnya charity. Tetapi bagi penyandang disabilitas seperti puluhan orang yang mengikuti pelatihan kali ini tentu merupakan pribadi-pribadi yang potensial.
“Malah kalah yang normal, mestinya saya mengharapkan dengan kegiatan pelatihan hari ini potensi penyandang disabilitas bisa diketahui, bisa dikembangkan, sehingga bisa mereka berdikari, bisa berdiri secara mandiri, memenuhi kebutuhan dasar hidupnya, malah bisa mungkin memberikan manfaat kepada orang-orang yang normal,” tegasnya. (*/kk)