Acara dihadiri oleh jajaran Kepala Perangkat Daerah yang tergabung dalam Satuan Tugas Koperasi Merah Putih Kabupaten Kutai Kartanegara, para Camat, Kepala Desa dan Lurah, serta perwakilan lembaga keuangan seperti BRI, Bank Kaltimtara, BNI, Bank Mandiri, dan PT Pos Indonesia. Turut hadir pula perwakilan perusahaan swasta seperti PT Lana Harita Indonesia dan PT PHSS Muara Badak, Danpos TNI AL Muara Badak, Ketua Dekopin Kukar, serta pengurus dan pengawas koperasi dari seluruh desa dan kelurahan se-Kabupaten Kukar.
Rangkaian kegiatan Launching mencakup, Peninjauan Kantor Gerai Koperasi Merah Putih, Kunjungan ke Unit Usaha Peternakan Ayam Petelur, Penebaran Bibit Ikan Air Tawar, Peletakan Batu Pertama pembangunan Pasar Desa Tanah Datar, Hingga peresmian Gerai Layanan Keuangan BRILink di lokasi Koperasi Desa Tanah Datar.
Acara ini juga terhubung secara virtual dengan Launching Kopdes/Kopkel Nasional yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, sebagai bentuk sinergi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menegaskan bahwa koperasi adalah motor penggerak ekonomi desa yang mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
“Koperasi adalah organisasi ekonomi rakyat untuk menciptakan kesejahteraan bersama. Jangan anggap koperasi sebagai saingan pelaku usaha lokal, tapi sebagai mitra strategis dalam membangun ekosistem ekonomi yang adil dan berkelanjutan,” tegas Aulia.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih nantinya menyentuh kebutuhan dasar masyarakat desa, yakni distribusi LPG 3 kilogram, layanan keuangan melalui BRILink, penyaluran pupuk bersubsidi. Sektor ini dinilai strategis dalam memastikan stabilitas ekonomi rumah tangga masyarakat desa sekaligus menjadi pintu masuk bagi koperasi untuk memperluas fungsi ekonominya.
Pemkab Kukar juga mendorong penguatan kemitraan koperasi dengan sektor swasta, perbankan, dan BUMDes dalam memperluas jejaring usaha, pemasaran produk, dan akses pembiayaan. Partisipasi aktif masyarakat, pengurus koperasi, dan pemerintah desa dalam kegiatan ini mencerminkan semangat gotong royong dan komitmen bersama membangun desa mandiri dan sejahtera melalui koperasi.
Plt Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Kukar Thaufiq Zulfian Noor didampingi Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi Endri Rosandi menyambut dengan baik peluncuran kelembagaan Kopdes Merah Putih. Menurutnya, peluncuran Kopdes Merah Putih bertepatan dengan momen Hari Koperasi ini merupakan langkah bagus untuk membantu kemajuan Indonesia pada umumnya dan Kukar pada khususnya. Pihaknya juga berharap semoga peluncuran menjadi awal baik bagi perkembangan desa-desa.
“Kopdes Merah Putih ini merupakan langkah besar untuk memajukan Indonesia dimulai dari desa-desa. Semakin maju desa, semakin maju pula Kutai Kartanegara yang kita cintai ini. Program ini sangat penting untuk melancarkan proses pembangunan Indonesia yang dicanangkan oleh Presiden RI. Bismillah semoga semua berjalan dengan lancar. Aamiin,” ucapnya.
Sebagai informasi, Undang-Undang 1945 Pasal 33 menegaskan bahwa perekonomian Indonesia disusun atas usaha bersama yang didasarkan pada asas kekeluargaan. Presiden Republik Indonesia sangat mendukung segala upaya untuk menggerakkan koperasi di seluruh Indonesia, mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih didorong oleh kebutuhan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa melalui pendekatan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada prinsip gotong royong, kekeluargaan, dan saling membantu.
Dalam retreat kepala daerah di Akmil Magelang pada 21-28 Februari 2025, Presiden Prabowo menekankan pentingnya pembentukan Koperasi Desa sebagai upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan.
Pada Rapat Terbatas di Istana Negara pada 3 Maret 2025, Presiden RI mengumumkan peluncuran 80.000 koperasi desa dengan nama Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dan akan dilakukan launching Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bertepatan pada Hari Koperasi Nasional pada 12 Juli 2025. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui koperasi.
“Ada tujuh jenis gerai yang bisa dilakukan aktivitas usaha dari koperasi merah putih yaitu, Gerai Sembako (Embrio KopHub), Apotek Desa, Gerai Kantor Koperasi, Gerai Unit Usaha Simpan Pinjam (Embrio Kop Bank), Gerai Klinik Desa, Gerai Cold Storage/Cold Chain dan Logistik,” terang Endri Rosandi.
Terdapat 13 manfaat koperasi desa kelurahan merah putih sebagai pusat produksi dan distribusi yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, menciptakan lapangan kerja, memberikan pelayanan secara sistematis dan cepat, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi melalui koperasi, modernisasi manajemen sistem perkoperasian, menekan harga di tingkat konsumen, meningkatkan harga di tingkat petani hingga nilai tukar petani (NTP) atau kesejahteraan petani naik, menekan pergerakan tengkulak, memperpendek rantai pasok, meningkatkan inklusi keuangan, menjadi akselerator konsolidator dan aggregator UMKM, menekan tingkat kemiskinan ekstrem, menekan inflasi. (*/kk)