Aulia menjelaskan maksud dan tujuan audiensi tersebut adalah untuk menyampaikan keinginan manajemen PT Samudera Indonesia dalam memanfaatkan aset lahan milik Pemerintah Kukar yang berada di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga.
“Salah satu aset yang kita miliki adalah tanah seluas 50 hektare yang terdapat di daerah Pendingin Sanga-Sanga. Dan tanah tersebut itu secara sekilas layak untuk dijadikan port atau pelabuhan,” ungkapnya kepada Korankaltim.com usai pertemuan.
Audiensi PT Samudera Indonesia Tbk ini tidak sendiri, namun melibatkan beberapa penggiat aktivitas perairan yang berencana untuk mengoptimalisasi aset tanah Pemerintah Kukar untuk dibuat pelabuhan kontainer di Sanga-Sanga.
“Konsepnya (pelabuhan kontainer, red) ini sedang kita matangkan. Jadi ini tadi mereka minta izin untuk melakukan survei ke lapangan, nanti setelah dilakukan survei di lapangan baru kita bisa lihat konsep pelabuhan seperti apa yang cocok untuk kita buat di sana,” ujar Dokter Aulia sapaan akrab Bupati Kukar ini.
Untuk saat ini baru PT Samudera Indonesia Tbk yang tertarik untuk mengelola aset tanah Pemerintah Kukar di Pendingin, Sanga-sanga. Namun hal tersebut, bukan berarti menutup peluang bagi para dunia usaha lainnya yang juga berminat dalam pengelolaan untuk aset tersebut.
“Tidak tertutup, kita terbuka, pokoknya selama belum ada perjanjian MoU dengan pihak mana pun, kita terbuka. Kita masih membuka peluang untuk siapa pun dan pihak mana pun untuk melakukan proses kerja sama,” tegasnya.
Sebagai informasi, PT Samudera Indonesia Tbk adalah perusahaan publik yang bergerak di bidang logistik dan transportasi terintegrasi, dengan fokus pada pengiriman, pelabuhan, dan logistik. Perusahaan ini memiliki jaringan luas di seluruh Indonesia dan Asia, serta menawarkan berbagai solusi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di sektor tersebut.
Editor: Erwin