Dalam keterangan resmi yang disampaikan Kapolsek Kembang Janggut AKP Pujito kepada Korankaltim.com Selasa (5/8/2025) hari ini, satu orang meninggal dunia yaitu penumpang Isuzu Traga atas nama Ignatius Astipen.
Pria itu menderita luka fatal dibagian kepala dan kaki, sementara dua orang rekannya yakni sang pengemudi Yafet Sainal mengalami luka berat kemudian Piter Tolayak mengalami luka di bagian kaki dan keduanya dibawa ke Puskesmas Kembang Janggut.
Kecelakaan bermula saat Isuzu Traga yang dikemudian Yafet Sainal menabrak truk tronton dengan plat nomor polisi AD-8145-OC yang dikemudikan oleh Muhammad Solib dari arah yang berlawanan.
Awal mula mobil Isuzu Traga warna putih Nopol KT-8034-NT yang dikemudikan Yafet Sainal bersama
Piter Tolayuk dan Ignatius Astipen dari arah Desa Perdana menuju ke Desa Pulau Pinang dengan kecepatan tinggi sesampai di lokasi malam hari.
“Pada saat itu mobil yang dikemudikan Yafet Sainal ketika jalan menurun dan menikung ke kiri tidak dapat menguasai laju mobilnya sehingga melambung ke kanan dan menabrak mobil dari arah berlawanan yang dikemudikan Solib,”kata Pujito.
Sementara itu, salah satu perwakilan warga Kembang Janggut, Saleh mengaku berang dengan ulah truk-truk muatan yang acap kali beriringan di kawasan tersebut.
“Akibat memaksakan muatan, truk-truk Surabaya lewat di Kembang Janggut konvoi memuat alat perusahaan berpuluh-puluh mobil, ban sepuluh, akibat terlalu panjang kecelakaan di Kembang Janggut meninggal dunia satu orang, dua masuk rumah sakit patah-patah, kejadian malam Senin,” sebut Saleh.
Saleh yang merupakan salah seorang tokoh masyarakat Kembang Janggut ini menegaskan masyarakat sekitar sudah lama mengeluh dengan banyaknya konvoi-konvoi truk barang dengan over kapasitas, warga semakin kesal truk yang melintas ini berasal dari luar Kaltim. “
Plat no pol nya dari Surabaya, ijin pajaknya dari sana terus mengangkut logistik, sering mereka konvoi itu, nah imbasnya kemarin kecelakaan satu orang meninggal,” tegasnya.
Editor: Aspian Nur