Plt Kepala Dinsos Kukar Yuliandris Suherdiman didampingi Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial (Resos), Sunarko mengatakan rapat kerja ini merupakan tindak lanjut dari diskusi lisan kunjungan ke masing-masing pihak yang berkepentingan antara lain ke forum TJSP (Tanggung Jawab Sosial Perusahaan) Kukar kemudian ke Baznas Kukar, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker), Pengurus Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kukar.
“Inti dari pertemuan kemarin adalah kami minta masukan dari para pihak yang hadir, pertama tentang rencana pemberdayaan penyandang disabilitas sendiri,” katanya kemarin.
Sunarko melanjutkan informasi yang dihimpun dari teman-teman PPDI Kukar mengatakan bahwa mereka punya anggota yang merupakan penyandang disabilitas dan sudah memiliki usaha, semacam UMKM. Ada yang baru merintis, ada yang udah mulai jalan bahkan ada yang mungkin sudah berkembang.
“Hanya kelemahannya mereka publikasinya kurang, marketing secara online-nya kurang dan itu semua kenapa terjadi karena mereka mengalami kendala, mereka belum mampu dalam manajemen usaha,” sebutnya.
Kawan-kawan disabilitas minta dalam waktu dekat dukungannya adalah dapat diberikan bimbingan manajemen usaha dan hal tersebut direspon baik dengan Dinas Koperasi UKM Kukar.
“Mereka juga ada rencana untuk melakukan pendampingan disitu nah, satu lagi dari komunitas tangan di atas (TDA) jadi UMKM yang di kukar ternyata organisasi itu sudah nasional di Kaltim juga ada, di Kukar juga ada orang-orang sudah ketemu, pengurusnya datang kemudian kelanjutan dari pemberdayaan itu adalah dari sisi teman-teman dinas tenaga kerja mereka prinsipnya bisa mem-backup kalau memang ada dari kawan-kawan disabilitas ini dari PPDI mengajukan usulan bantuan sarana persarana apa yang dibutuhkan untuk UMKM-nya,” terangnya.
Selanjutnya dari Baznas Kukar selaku pengelola dana umat prinsipnya siap memberikan peran dukungan sepanjang memang jelas siapa membutuhkan apa, karena prinsipnya dari Basnas sekarang bagaimana dari seseorang menjadi penerima zakat maka diberdayakan agar nantinya bisa menjadi pemberi zakat dengan kemampuan kemandirian hidup dan fiscal nya yang semakin berkembang meskipun dari penyandang disabilitas.
“Semua dinas dan stakeholder yang kita undang kemarin prinsipnya siap memberikan dukungan pada program Berdikari ini, dan insyaAllah Kamis 7 Juli kita akan adakan pelatihan bimbingan manajemen usaha untuk para kawan-kawan disabilitas dibawah naungan PPDI Kukar,” tegasnya. (*/Kk)