Usai membacakan langsung dokumen rancangan KUA-PPAS, Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri menyerahkannya kepada unsur pimpinan DPRD Kukar, Ahmad Yani, yang didampingi oleh Abdul Rasid dan Junadi.
Penyerahan tersebut disaksikan oleh seluruh anggota DPRD Kukar, perwakilan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
“Hari ini kami penyampaian kebijakan umum APBD dan PPAS ya. Pokok-pokok pikirannya kami sampaikan di DPRD untuk selanjutnya dibahas. Nanti hasil pembahasan bersama itulah yang akan menjadi produk kami dalam bentuk anggaran pendapatan dan belanja daerah,” kata Aulia kepada awak media usai paripurna.
Dalam penyampaian rancangan KUA-PPAS, disampaikan bahwa APBD Kukar tahun 2026 diprediksi mengalami penurunan signifikan. Jumlahnya diperkirakan hanya Rp7,35 triliun.
Aulia menegaskan pelayanan dasar bagi masyarakat akan tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah meski besaran APBD tahun 2026 turun drastis.
“Jauh turun dari tahun ini, itu (tahun ini, red) di murni kita tetapkan di Rp11,6 triliun. Kemarin saya baca laporannya Rp11,6 triliun habis itu di perubahan, turun Rp950 miliar, jadi sekitar Rp10,5 triliun. Tahun depan untuk sementara proyeksi di Rp7,5 triliun. Tapi satu hal yang ingin saya sampaikan bahwa pelayanan seperti kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial tidak akan terganggu,” jelasnya.
Meskipun mengalami penurunan, orang nomor satu Kukar ini memastikan bahwa program dedikasi Kukar Idaman Terbaik tetap berjalan, dengan teknis beberapa pos-pos anggaran yang akan dilakukan efisiensi.
“Kita akan melihat lebih detail lagi seperti apa pos-pos tersebut. Karena apa? Karena memang masa kepemimpinan kali ini itu masa transisi. PPAS ini harus disampaikan kepada DPRD paling lambat 30 Juli, dan kami sudah memenuhi itu, dan selanjutnya berproses untuk perbaikan-perbaikan,” pungkasnya.
Editor: Erwin