Ketua PAC GP Ansor Tenggarong, Desman Minang Endianto menyampaikan kegiatan ini juga bertujuan membangun semangat kebersamaan dan memupuk rasa persaudaraan anak cabang, hingga terbentuknya keorganisasian ini di 20 kecamatan se-Kukar.
“Alhamdulillah, saat ini sudah terbentuk 11 PAC di Kukar, termasuk dari Loa Kulu, Tenggarong Seberang, dan Muara Jawa. Mudah-mudahan sebelum masa khidmat saya berakhir, kita bisa bentuk 20 PAC,” kata Desman kepada Korankaltim.com.
Desman menegaskan PAC Tenggarong tidak hanya menjadi pelaksana kegiatan religius, tetapi juga menjadi motor penggerak dalam membangun organisasi yang aktif dan mandiri.
Ia mengatakan pihaknya selalu mendorong PAC lain untuk mengambil inisiatif berdasarkan potensi daerah masing-masing tanpa menunggu instruksi dari tingkat kabupaten. “Kami tidak pernah melakukan intervensi. Yang kami harapkan adalah gerakan dari bawah, inisiatif dan kemandirian dari anak cabang itu sendiri,” ucapnya.
Kemandirian yang dikembangkan oleh PAC GP Ansor Tenggarong ini menjadi contoh nyata bagaimana organisasi kepemudaan berbasis nilai-nilai keislaman dan kebangsaan dapat tumbuh secara dinamis.
Hal ini penting lainnya agar GP Ansor tidak hanya eksis secara struktural, tetapi juga kualitas dalam menjalankan peran sosialnya di tengah masyarakat.
“Dalam setiap diskusi, agar kiranya PAC terus melakukan gerakan organisasi dan mandiri. Karena setiap daerah ini punya potensi masing-masing yang bisa digerakkan,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan harapan besar kepada seluruh PAC yang ada di kecamatan lain untuk mulai bergerak aktif dan menumbuhkan kegiatan serupa yang bermanfaat bagi masyarakat dan kader. “Kami menunggu gerakan dari PAC di luar Tenggarong. Semangat itu harus terus menjalar ke semua cabang,” tutup Desman. (*)