Koordinator Lapangan TRC PB BPBD Kukar, Eko Surya Winata, menyampaikan bahwa kebakaran diduga dipicu oleh kondisi lahan gambut yang sangat rawan terbakar, diperparah oleh musim kemarau yang melanda kawasan tersebut dalam beberapa pekan terakhir.
"Kondisi lahan sangat kering, dan api dengan cepat menjalar dari satu titik ke titik lainnya. Itu yang membuat proses pemadaman berlangsung cukup memakan waktu," ujarnya, Minggu (27/7/2025).
Dalam operasi pemadaman yang berlangsung selama tujuh hari, tim gabungan terdiri dari TRC PB BPBD Kukar, masyarakat peduli api, serta personel dari KPHP Belayan dan instansi terkait lainnya bekerja keras siang dan malam untuk mengendalikan kobaran api.
Meski belum ada angka pasti dari hasil perhitungan resmi, pihaknya memperkirakan luas lahan yang terbakar berkisar antara 100 hingga 150 hektare.
"Estimasi KPHP Belayan mendekati 150 hektar, tetapi berdasarkan pemantauan melalui Google Map, kami perkirakan sekitar 100 hektar," ungkapnya.
Setelah pemadaman tuntas, enam anggota tim akan kembali ke Tenggarong untuk melanjutkan koordinasi dan penyusunan laporan akhir.
Pihaknya juga menekankan pentingnya mitigasi dan kesadaran masyarakat untuk mencegah kejadian serupa terulang.
"Kita perlu antisipasi dini di musim kemarau, terutama di wilayah lahan gambut yang sangat rentan terbakar. Kesadaran masyarakat sangat berperan," pungkasnya.
Editor: Erwin