Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kutai Kartanegara (DPMD Kukar) Arianto mengatakan sebenarnya tanpa BBGRM, budaya gotong royong telah lama melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kutai Kartanegara.
“Kita punya tagline ‘Betulungan Etam Bisa’. Filosofi pembangunan Kukar Idaman dan Kukar Idaman Terbaik pun berangkat dari semangat kebersamaan dan gotong royong,” ucapnya.
Sebagai wujud nyata perhatian pemerintah kepada pemerintah desa kelurahan yang terus menyemarakkan dan menggelorakan semangat gotong royong bersama masyarakat, Pemkab Kukar memberikan penghargaan kepada sejumlah kepala desa dan lurah pada Apel Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-22 di Dermaga Desa Kota Bangun Ulu, Kecamatan Kota Bangun, Minggu (20/7/2025) lalu.
Penghargaan diberikan kepada desa dan kelurahan yang dinilai berhasil melaksanakan gotong royong secara berkelanjutan, serta memiliki tata kelola keuangan desa terbaik sepanjang tahun 2024. Penilaian dilakukan berdasarkan indikator akuntabilitas, transparansi, partisipasi, dan ketertiban administrasi.
“Semangat gotong royong terus digaungkan dan secara konsisten diinternalisasi melalui berbagai program. Kita minta agar gotong royong menjadi kegiatan rutin dan wajib. Dalam program Rp 50 juta per-RT, salah satu menunya adalah pembiayaan gotong royong sebesar 15 persen dari total anggaran,” terangnya.
Ia menyebutkan, desa-desa yang mendapatkan penghargaan pengelolaan keuangan terbaik adalah mereka yang disiplin dalam menyusun perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan SPJ. Kemudian transaksi non tunai menjadi indikator penting dalam evaluasi kinerja keuangan desa. Hal ini juga sejalan dengan upaya digitalisasi pengelolaan dana desa yang didorong oleh kerja sama antara Pemkab Kukar dan Bankaltimtara.
Karena bermitra dengan Bankaltimtara, desa-desa yang memiliki tingkat transaksi non tunai tinggi dinilai lebih tertib dan efisien dalam tata kelola keuangan.
“Kita beri penghargaan kepada desa-desa yang menyusun perencanaan dan SPJ tepat waktu, termasuk yang sudah banyak menggunakan transaksi non tunai. Desa-desa dengan transaksi non tunai yang tinggi menjadi bagian dari kategori terbaik tahun ini,” tegasnya.
Berikut desa dan kelurahan yang menerima penghargaan dari Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. Kategori Lomba Gotong Royong 2025, Pelaksana Terbaik 1 untuk tingkat Desa dimenangkan oleh Desa Karang Tunggal, Kecamatan Tenggarong Seberang disusul Desa Sambera Baru, Kecamatan Marangkayu Pelaksana Terbaik II dan Desa Lebak Mantan, Kecamatan Muara Wis yang meraih Pelaksana Terbaik III.
Untuk tingkat Kelurahan, Pelaksana Terbaik I dimenangkan oleh Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong dan Kelurahan Muara Jawa Tengah, Kecamatan Muara Jawa sebagai Pelaksana Terbaik II.
10 Pengelolaan Keuangan Desa Terbaik:
1.Desa Perian, Kecamatan Muara Muntai
2.Desa Tanjung Batuq Harapan, Kecamatan Muara Muntai
3.Desa Umaq Tukung, Kecamatan Tabang
4.Desa Mulawarman, Kecamatan Tenggarong Seberang
5.Desa Karang Tunggal, Kecamatan Tenggarong Seberang
6.Desa Wonosari, Kecamatan Kota Bangun Darat
7.Desa Melintang, Kecamatan Muara Wis
8.Desa Tuana Tuha, Kecamatan Kenohan
9.Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu
10.Desa Tanah Datar, Kecamatan Muara Badak.
Menanggapi prestasi inj, Lurah Baru Kecamatan Tenggarong Bayu Ramanda mengucapkan puji syukur pihaknya bisa juara setelah melewati beberapa tahapan pada rangkaian lomba BBGRM Kukar ke 22 tahun 2025, Kelurahan Baru akhirnya ditetapkan sebagai terbaik 1 kategori Kelurahan. Bupati dan Wakil Bupati beserta Ketua DPRD Kutai Kartanegara secara simbolis menyerahkan penetapan tersebut.
“Kami atas nama masyarakat Kelurahan Baru mengucapkan terima kasih kepada Dinas PMD Kukar yang telah melaksanakan pembinaan BBGRM kepada Kelurahan Baru. Selain daripada aktifitas gotong royong dalam arti luas itu sendiri juga difokuskan pada administrasi pelaporan seperti dokumen dan dokumentasi semua kegiatan. Juga melihat peran serta semua lembaga kemasyarakatan yang ada di lingkungan,” ucap Bayu. (*/Kk)