Koordinator Lapangan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kukar, Eko Surya Winata, menjelaskan bahwa korban awalnya sedang berenang dan mencoba menyeberangi kolam bersama teman-temannya.
Namun nahas, saat hampir mencapai seberang, korban mengalami kram otot pada bagian kaki dan tidak mampu melanjutkan renang.
"Ia berenang dari pinggir menuju seberang, posisi sudah hampir sampai di jamban seberang arah lapangan. Tiba-tiba keram, terus tenggelam tepat di posisi tujuannya," terangnya saat dikonfirmasi Korankaltim.com.
Sejumlah warga sempat berupaya menolong, karena kondisi air yang dalam dan dasar kolam yang berlumpur membuat korban hilang dari pandangan.
Upaya pencarian berlangsung lebih dari satu jam sejak korban dilaporkan tenggelam. Warga sekitar sempat mengirim pesan darurat ke sejumlah grup komunikasi lokal, berharap ada sukarelawan yang bisa membantu melakukan penyelaman.
"Info awal kami terima dari warga sekitar pukul 13.00 WITA. Tim TRC PB langsung bergerak ke lokasi. Kedalaman kolam kurang lebih 6 meter dan korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 14.20 WITA," bebernya.
Pasca penemuan jasad pemuda asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), jenazahnya langsung dilarikan ke RSUD AM Parikesit untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut.
"Sudah dievakuasi dan dilarikan ke RSUD AM Parikesit," tutupnya.
Editor: Erwin