Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam Suparno didampingi Kepala Cabang Tenggarong Sutikno mengatakan, kegiatan ini memang rutin dilakukan guna mengutamakan kualitas layanan distribusi air bersih kepada pelanggan khususnya wilayah cakupan dari IPA 3 Bekotok.
“Rutin memang kita lakukan pengurasan karena kan dalam operasionalnya WTP kita melakukan pengolahan air yakni dari air baku menjadi air bersih sebelum didistribusikan ke pelanggan tentu lama-kelamaan terjadi sedimentasi atau endapan lumpur atau kotoran,” katanya kepada Korankaltim.com, Minggu (13/7/2025).
Melalui Asisten Humas dan Protokol Ali Murdani, Kepala Cabang Tenggarong Perumda Tirma menyebutkan, setiap pekerjaan pengurasan WTP ini dibutuhkan waktu satu hari, bahkan tidak sampai semua kegiatan sudah rampung dilaksanakan seperti yang dilakukan pada Kamis (10/7/2025) kemarin.
“Kemarin itu tidak sampai satu hari, kalau rutin kegiatan pengurasan ini memang SOP nya setiap tiga bulan sekali dari semua WTP yang kita miliki tersebar di masing-masing IPA, ada yang lewat dari 3 bulan, sebelum 3 bulan udah dikuras tergantung kualitas air baku kita,” sebutnya.
Dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah disepakati bersama, setiap rencana kegiatan pengurasan sebelumnya telah dilakukan pemberitahuan atau pengumuman di media sosial resmi Perumda Tirta Mahakam agar masyarakat yang menjadi cakupan layanan dari IPA 3 Bekotok telah bersiap-siap menyiapkan air penampungan cadangan dua atau satu hari sebelumnya.
“Pengurasan ini tujuannya untuk meningkat layanan air ke pelanggan, termasuk sekaligus membersihkan pompa intake dari ketika ada kotoran-kotoran yang tersangkut. Tujuan dari pengurasan IPA untuk meningkatkan 3K yaitu kualitas, kuantitas dan kontinuitas layanan air bersih ke pelanggan,” tegasnya.
Editor: Erwin