Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kutai Kartanegara (Disdamkar Matan Kukar) Fida Hurasani melalui Kapos Damkar Matan Marangkayu Ebet kepada Korankaltim.com Rabu (9/7/2025) pagi ini menjelaskan, peristiwa tragis yang menimpa A terjadi sekitar pukul 17.00 WITA.
Anak tersebut bersama temannya sedang memancing dialiran sungai yang berada tak jauh dari kawasan kebun sawit. Awalnya ia hendak mencuci kaki namun tidak berselang lama seekor buaya muncul dan menyambar pangkal paha kemudian menyeretnya ke dalam air.
"Temannya sempat berusaha menolong dengan menariknya ke permukaan air, tapi tenaganya kalah kuat dibandingkan buaya itu," kata Ebet.
Teman A yang panik segera berlari meminta bantuan warga sekitar. Mendengar kabar tersebut, warga segera menghubungi Pos Damkar dan berinisiatif menurunkan perahu dan melakukan pencarian secara mandiri. Harap cemas hampir lima jam pencarian tak membuahkan hasil hingga hingga pukul 23.50 WITA, tak jauh dari lokasi pihaknya menemukan bocah malang tersebut sudah tak bernyawa.
Situasi semakin mengharukan ketika orangtua almarhum mendengar kabar musibah tersebut. "Saat proses evakuasi, buaya sempat ditembak dengan tujuan agar gigitan di kaki anak itu terlepas. Tak lama setelah itu jasadnya berhasil kami angkat ke permukaan," sebut Ebet lagi.
Jenazah A telah diserahkan kepada pihak keluarga dan rencananya akan dimakamkan hari ini. Kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat Kukar untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di kawasan sungai yang dikenal masih menjadi habitat buaya liar.
"Tetap waspada dan berhati-hati, jika tempat tersebut rawan maka lebih baik dihindari untuk beraktivitas," ujar Ebet.
Editor: Aspian Nur