Dalam pidato resmi yang disampaikan pada Senin (30/6/2025), Bupati Kukar Aulia Rahman Basri di dampingi Wakil Bupati, Rendi Solihin memaparkan arah pembangunan keberlanjutan dan kesejahteraan sosial.
Bupati Kukar menegaskan bahwa program 100 hari kerja bukanlah fokus utama, melainkan gerak cepat yang berdampak, “Kami tidak hanya memikirkan 100 hari, tapi bagaimana seluruh periode kerja ini berkelanjutan dari Kukar Idaman sebelumnya,” tegasnya.
Oleh karena itu, sejak pelantikan, jajaran pemerintah langsung mengikuti retreat strategis untuk memperkuat koordinasi dan sinkronisasi dengan seluruh perangkat daerah.
Di bidang kesehatan, Pemerintah Kukar mengusung Program “Berobat Cukup dengan KTP” yang mulai berlaku sejak hari pidato disampaikan. “Sekarang kami gagas berobat gratis hanya dengan menunjukkan KTP,” ungkapnya.
Dalam sektor pendidikan, subsidi biaya sekolah dan bantuan siswa menjadi perhatian utama. Bahkan, sekolah swasta dan pondok pesantren tak luput dari skema bantuan. “Seragam sekolah gratis pun langsung kita usulkan untuk tahun ajaran baru ini,” ujarnya.
Sektor ekonomi melalui Kredit Kukar Idaman Terbaik (KKI) tanpa bunga dan tanpa agunan. Jika pada periode sebelumnya plafonnya hanya Rp100 juta, kini diperbesar hingga Rp500 juta per pelaku usaha kecil, petani, dan nelayan.
“Ini adalah bentuk keberpihakan nyata kepada pelaku ekonomi kerakyatan, khususnya bagi para petani, nelayan dan UMKM,” katanya.
Program lain yang juga mencuri perhatian adalah peningkatan insentif bagi Ketua RT. Dana yang sebelumnya Rp50 juta per RT kini ditingkatkan menjadi Rp150 juta. Namun, Bupati mengingatkan agar dana tersebut tidak menjadi sumber perpecahan di masyarakat.
“Program ini harus menjadi pemersatu dan penguat basis data pembangunan dari tingkat terbawah, tapi saya ingatkan setelah ini jangan saling sikut untuk menjadi RT semua harus koperatif,” ujarnya.
Ia juga menaruh perhatian besar pada pengembangan karakter, seni, dan budaya. Yang akan diberikan stimulus bantuan Rp100 juta per komunitas ekonomi kreatif (ekraf), membangun gedung seni, bahkan bioskop di Tenggarong.
“Kita kaya akan warisan budaya. Ini harus dikelola menjadi daya tarik sekaligus penguatan jati diri daerah, ini yang coba kita rangkul dari anak muda Kukar,” bebernya.
Sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh agama, Pemkab Kukar juga meluncurkan program “Terima kasih guru ngajiku” yang mencakup insentif, fasilitas umrah, hingga ziarah spiritual lintas agama. “Tidak hanya untuk umat Islam, tetapi seluruh tokoh keagamaan akan mendapat penghargaan dan dukungan,” ungkapnya.
Terakhir, peran perempuan juga diangkat melalui bantuan Rp25 juta untuk Majelis Taklim di setiap desa. “Kami sadar membangun karakter dan SDM butuh fondasi spiritual yang kuat. Perempuan dan ibu-ibu adalah pilar pendidikan keluarga dan masyarakat,” tuturnya.
Selain itu menggeser ekonomi dari industri ekstraktif ke sektor non-ekstraktif yang ramah lingkungan dan berbasis pemberdayaan masyarakat.
“Visi besar kita adalah bergeser dari industri ekstraktif ke industri non-ekstraktif, karena kita selama ini masih bergantung pada industri ekstraktif,” ungkapnya.
Salah satu program unggulan ialah Internet Gratis untuk Desa, yang ditarget menjangkau seluruh desa dan kelurahan di Kukar. Pemkab menggandeng Starlink untuk membangun jaringan internet tanpa bergantung pada menara BTS.
Program lainnya, Pemukiman Idaman Terbaik, memastikan seluruh warga Kukar memiliki akses terhadap rumah layak huni. “Insya Allah, rakyat Kukar bisa meninggal di rumahnya sendiri, bukan di rumah orang,” bebernya.
Terakhir, Kukar Idaman Terbaik disebut sebagai fondasi pembangunan jangka panjang yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Kukar. “Mulai hari ini kami menjalankan amanah masyarakat semoga diberikan jalan terbaik,” pungkasnya.
Editor: Erwin