Longsor yang diduga terjadi di kawasan tersebut telah berlangsung sejak awal tahun dan diperparah oleh curah hujan yang tinggi.
Sekretaris Desa Loa Kulu Kota, Rian, menjelaskan bahwa kondisi tanah di kawasan tersebut memang sudah tidak stabil sejak awal 2025. Namun, intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan longsor sehingga banyak makam yang tergeser.
“Memang sejak awal tahun ada pergeseran tanah. Tapi karena hujan deras beberapa hari terakhir, akhirnya longsor makin parah,” jelasnya, Selasa (24/6/2025).
Pemerintah desa telah berkoordinasi dengan pengurus makam serta keluarga ahli waris terkait proses relokasi tersebut.
Meski pada awalnya sempat terjadi penolakan dari pihak keluarga, namun mereka akhirnya setuju setelah melihat langsung kondisi tanah di lokasi pemakaman.
Relokasi makam telah dimulai pada Senin (23/6/2025) dan dilakukan di wilayah yang sama namun berada di lokasi yang lebih aman dari risiko longsor. Saat ini proses pemindahan makam masih terus berlangsung.
“Kita berharap proses relokasi dapat berjalan lancar dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat, mengingat langkah ini diambil atas kesepakatan bersama,” pungkasnya.
Editor: Erwin