Kegiatan diawali dengan penandatanganan kesepakatan bersama dan perjanjian kerjasama oleh Bupati Kukar, Edi Damansyah bersama Bupati Lotim, Khaerul Warisi, serta Kadis Pertanian dan Peternakan Kukar Muhammad Taufik dengan Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Lotim Ir Masyhur.
Edi Damansyah ditemui setelah kegiatan mengatakan struktur ekonomi Kabupaten Kukar 48 persen ditopang oleh industri ekstraktif seperti minyak, gas dan batu bara yang tak terbarukan, berkenan dengan hal tersebut menurutnya Pemkab Kukar bertransformasi struktur ekonomi, salah satunya pertanian dalam arti luas.
”Makanya kami membangun kerja sama dengan Pak Bupati Lombok Timur, itu salah satunya diawali bekerja sama di bidang peternakan, ” ucap Edi Damansyah.
Lebih lanjut, Edi Damansyah mengucapkan terimakasih atas dukungan yang diberikan oleh Pemkab Lotim melalui penandatanganan kerjasama itu, khususnya dalam pemenuhan bibit sapi yang diharapkan oleh Pemkab Kukar.
”Harapan kami juga dari kerjasama MOU ini nanti ada informasi kepastian kuotanya, sehingga program setiap tahun terkait pengadaan bibit sapi ini juga bisa tersedia dengan baik, ” ujarnya.
Kedepan kerja sama tersebut tidak hanya berfokus pada pengadaan bibit sapi semata, namun bagaimana nantinya para kelompok peternak yang sukses di Lotim bisa berbagi ilmu dengan para peternak di Kukar, karena dirinya menyadari betul sebagus apapun suatu program, salah satu faktor yang menentukan kesuksesannya ialah sumberdaya manusianya atau peternaknya itu sendiri.
”Ketiga nanti terkait dengan sistemnya, apa yang telah dilakukan oleh Pak Bupati Lombok Timur, terkait dengan kebijakan, terkait dengan peternakan, terus bagaimana keterlibatan pemerintah kabupaten, bagaimana keterlibatan stakeholder lainnya, dan bagaimana para petani dan peternaknya,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Lotim Khaerul Warisi mengucapkan selamat datang di Kabupaten Lotim, dimana pada kesempatan itu dirinya memaparkan berbagai potensi unggulan Kabupaten Lotim, salah satunya peternakan sapi.
Khaerul Warisi mengatakan bahwa apabila dirasa kehadiran para peternak Lotim dibutuhkan guna memberikan pelatihan dirinya siap memberikan dukungan.
Berkenaan dengan jumlah kuota bibit sapi yang diharapkan oleh Pemkab Kukar, Khaerul Warisi mengatakan siap memenuhi kebutuhan kuota tersebut.
”Karena secara kebetulan Kabupaten Lombok Timur ini peternak kita banyak yang memelihara sapi betina, sehingga daya untuk melahirkan itu banyak, kemudian yang kedua bibit-bibit kita juga banyak dan secara kebetulan kalau kita lihat bagaimana Clear and clean (bersih dan jernih-red) dari sisi PMK (Penyakit Mulut dan Kuku-red) maupun penyakit-penyakit yang lain, ” pungkasnya. (prokom07/sd)