Penyerahan bantuan dipimpin langsung oleh Ketua atau Petinggi Pore Sempekat Keroan Kutai, Thauhid Afrilian Noor, didampingi oleh keroan dengsanak atau anggota Sempekat Keroan Kutai.
Bantuan sembako yang diserahkan kepada 13 kepala keluarga terdampak tersebut terdiri atas beras, telur, minyak goreng, gula, teh, kerupuk, mi instan dan lain sebagainya, serta uang tunai sebesar Rp20 juta yang berasal dari iuran seluruh anggota organisasi kemasyarakatan yang menjadi wadah pelestarian adat suku asli Kutai ini.
“Innalillahi Wainnailaihi rojiun, atas nama pribadi dan Sempekat Keroan Kutai saya menyampaikan kesedihan atas musibah kebakaran ini. Bapak ibu tetaplah bersabar, Insyaallah dibalik musibah ini tentu ada hikmahnya,” kata Thauhid.
Untuk anak-anak sekolah, ia mengaku pihaknya meminta Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kecamatan Muara Wis agar segera berkoordinasi dengan pihak sekolah. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi jika terdapat putra-putri dari warga terdampak musibah kebakaran, sehingga mereka dapat segera mendapatkan bantuan terkait kelengkapan dan perlengkapan sekolah.
“Kami akan berkoordinasi dengan Disdikbud khususnya UPT Kecamatan Muara Wis agar menyiapkan kebutuhan sekolah bagi anak-anak etam yang terdampak dari musibah kebakaran ini,” tegas Thauhid yang juga Kepala Disdikbud Kukar.
Diketahui, musibah kebakaran yang memilukan di Desa Lebak Cilong terjadi pada Sabtu (7/6/2025), saat masih dalam suasana perayaan Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah.
Suasana sukacita merayakan hari raya kurban seketika berubah menjadi kepanikan ketika kobaran api melahap rumah warga di kawasan RT 05 dan RT 06, Desa Lebak Cilong, Kecamatan Muara Wis. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WITA.
Editor: Erwin