Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 05.42 WITA, setelah terdengar suara ledakan dari ruang istirahat dokter.
Salah seorang tenaga kesehatan yang sedang bertugas jaga saat kejadian segera melaporkan insiden tersebut ke Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Kecamatan Anggana. Laporan tersebut langsung direspons dengan cepat oleh tim Damkar, yang kemudian segera tiba di lokasi kejadian.
“Api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar 40 menit, dan tidak sampai menjalar ke ruang pelayanan utama,” jelas, Kepala Disdamkar Matan, Fida Hurasani.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kemungkinan besar kebakaran dipicu oleh korsleting listrik pada peralatan elektronik di dalam ruangan. Dua alat yang diketahui terbakar adalah dispenser dan kipas angin.
Meski api tidak sempat menjalar ke ruangan lain, ruang istirahat dokter mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga sedang.
“Kami minta warga segera melapor jika melihat potensi bahaya kebakaran, tetap waspada cek semua saluran listrik dan kompor pastikan semua dalam keadaan aman,” tutupnya.
Editor: Erwin