Tak hanya keluarga yang berduka, teman-teman sepermainan dan pelatih Sekolah Sepak Bola (SSB) Loa Tebu, Safto (38), turut merasakan kehilangan yang mendalam. Salman dikenal sebagai anak yang pendiam namun memiliki kemampuan luar biasa dalam bermain sepak bola.
“Tentunya kami sangat kehilangan, bersama rekan sesama pelatih SSB lainnya kami merasa masih belum menyangka kepergian almarhum secepat ini,” katanya kepada Korankaltim.com di sela-sela prosesi pemakaman almarhum.
Selain jago bermain sepak bola, Salman dikenal oleh teman-temannya sebagai pribadi yang baik dan sangat terampil berenang. Kegiatan sehari-hari almarhum tidak berbeda dengan anak-anak seusianya. Pada pagi hari ia bersekolah, sore hari bermain sepak bola yang kemudian dilanjutkan dengan berenang bersama. Pada malam harinya, ia mengaji Al-Qur’an.
“Hari ini padahal SSB kami akan mengadakan pertandingan persahabatan dengan SSB desa lain, dengan tuan rumah di Lapangan Loa Tebu, namun menghormati almarhum jadi kami cancel, Insyaallah hari Sabtu kami berencana menggelar laga amal untuk almarhum gelandang bertahan andalan SSB kami, Salman,” ungkap Safto.
Diberitakan sebelumnya, setelah melakukan pencarian intensif, tim penyelamat dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kutai Kartanegara (Kukar) akhirnya menemukan korban, bocah tenggelam di perairan Loa Tebu, Kecamatan Tenggarong, sekitar pukul 09.25 Wita, Kamis (29/5/2025).
Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani, menyampaikan korban berhasil ditemukan setelah dilakukan pencarian menyeluruh di titik-titik rawan pusaran air yang telah dipetakan oleh tim SAR.
“Korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Lokasi penemuan berada tidak jauh dari titik diduga tenggelamnya korban,” jelasnya, Kamis (29/5/2025).
Setelah memakan waktu hampir 48 jam pencarian, lokasi tersebut tepatnya daerah hilir sungai, posisi bocah malang tersebut ditemukan dalam keadaan mengapung.
Proses pencarian dimulai sejak korban dinyatakan hilang sehari sebelumnya. Tim gabungan dari Disdamkar, BPBD, relawan SAR, dan masyarakat sekitar dikerahkan menyusuri perairan sungai menggunakan perahu karet dan alat pendeteksi bawah air. Meski menghadapi tantangan arus yang cukup deras, pencarian tetap intensif dilakukan para petugas di lapangan tidak surut.
Saat ini korban telah dimakamkan di salah satu tempat pemakaman Kelurahan Loa Tebu.
Editor: Erwin