Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kukar Fida Hurasani menjelaskan, anak tersebut ditemukan setelah dilakukan pencarian menyeluruh di titik-titik rawan pusaran air yang telah dipetakan oleh tim SAR. “Ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” kata Fida kepada Korankaltim.com.
Pencarian dilakukan dengan memakan waktu hampir 48 jam pencarian dan posisi bocah malang tersebut saat ditemukan dalam keadaan mengapung. Lokasi penemuan tidak jauh dari titik diduga awal tenggelam, tepatnya daerah hilir sungai.
Proses pencarian dimulai sejak dinyatakan hilang pada Selasa (27/5/2025) sore sekitar pukul 17.00 WITA Tim gabungan dari Disdamkar, BPBD, relawan SAR, dan masyarakat sekitar dikerahkan menyusuri perairan sungai menggunakan perahu karet dan alat pendeteksi bawah air. Meski menghadapi tantangan arus yang cukup deras, pencarian tetap intesif dilakukan para petugas di lapangan tidak surut.
Setelah ditemukan jasad anak tersebut langsung dievakuasi dari lokasi penemuan dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.
Diberitakan sebelumnya, anak berjenis kelamin laki-laki itu tenggelam di Sungai Mahakam tepatnya kawasan Jalan Matlimat RT 10, Kelurahan Loa Tebu, Kecamatan Tenggarong hari Selasa sore.
Sebelumnya anak tersebut berenang bersama teman-temannya namun sempat diingatkan oleh pemilik keramba untuk jangan berenang tapi mereka bergeming.
Saat berenang itu almarhum melompat ke sungai dan tak kembali muncul kepermukaan. Teman-temannya memanggil namun nyatanya anak tersebut tak juga terlihat hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia pagi tadi.
Editor: Aspian Nur