Aktivitas masyarakat lumpuh, termasuk layanan rumah sakit dan sejumlah sekolah.
Eva, seorang pengendara motor saat ditemui Korankaltim.com di jalur Jalan Pesut mengatakan dirinya hendak ke kantor terpaksa menunda perjalannya dikarenakan banjir.
"Kalau dulu banjir tidak sampai ke Jalan Pesut, tapi pas memilih lewat sini, airnya malah makin deras. Jadi saya putuskan untuk tidak kerja dulu hari ini," kata Eva.
Koordinator Lapangan BPBD Kukar Eko Surya Winata menyampaikan, tim saat ini terus memantau perkembangan di lapangan memastikan di beberapa fasilitas umum dan fasilitas sosial memastikan tidak ada yang harus dievakuasi.
Sejumlah kawasan terdampak antara lain Jalan Wolter Monginsidi Timbau, Jalan Pesut yang sering menjadi alternatif terpaksa harus melewati satu jalur, Jalan Gunung Menyapa harus ditutup juga karena akses banjir dengan ketinggian selutut orang dewasa, Jalan Tambak Rel ketinggian sedada orang dewasa dan di daerah Loa Duri. Air juga naik di wilayah Purwajaya dan kawasan padat penduduk KM 5 Loa Janan.
Kawasan lain dilaporkan mengalami juga mengalami gangguan serupa seperti di area lampu merah dan halaman Kantor DPRD Kukar, musala di area proyek perbaikan Jalan Stadion tepatnya area STT Tenggarong dan Kampus Unikarta juga kebanjiran.
Pohon tumbang juga terjadi di Jalan Jelawat, begitu pula daerah Stadion Aji Imbut arah ke Desa Perjiwa. Pohon tumbang sempat menutup akses, namun pihaknya siaga segera mengevakuasi. Perkiraan 80 persen saat ini arus lalu lintas di Tenggarong mengalami banjir.
"Sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa, ada dua titik longsor di daerah Gunung Pegat, Kelurahan Melayu dan Jalan Bontang RT 5 Maluhu," jelas Eko.
Sejauh ini, pihaknya juga belum menerima laporan kerugian materil dari warga terdampak, untungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Tetapi arus lalu lintas tetap bisa dilalui namun harus penuh kehati-hatian.. Ambulans diarahkan lewat jalur Pesut dengan pengawalan ekstra hati-hati.
"Ada dua sepeda motor mogok, di Jalan Pesut karena cuma bisa satu arah, satunya harus terendam banjir," ucap Eko.
Kondisi terparah terjadi di Jalan Belida, dimana air mencapai setinggi pinggang orang dewasa. "Tadi ada laporan anggota di Belida yang naik motor harus mendorong, karena lumayan tinggi," sebut Eko lagi.
Jika mengacu pada data kejadian banjir besar yang pernah terjadi di Kecamatan Tenggarong pada 9 Juni 2019, tercatat sebanyak 11 kelurahan/desa terdampak, dengan perkiraan 3.421 kepala keluarga (KK) atau 12.127 jiwa terkena dampak. Saat itu, sebanyak 3.277 rumah terendam banjir.
"Data terbaru belum ada, tapi kalau mengacu pada pendekatannya sepeti data di tahun 2019, Tenggarong pernah mengalami banjir serupa," bebernya.
Sementara daerah bundaran tua himba yang sempat tergenang banjir mulai surut dan akses lalu lintas lancar. "Mobil kami arahkan untuk mengendari secara pelan jangan sampai ngebut, karena ada pengendara motor yang juga melintas. Jadi harus ekstra hati-hati agar mereka (pengendara motor) tidak terbawa arus," tutuo Eko.
BPBD Kukar membuka saluran darurat bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan langsung melalui nomor 0812-1010-5794. Masyarakat diminta tetap waspada dan tidak memaksakan diri melintasi kawasan banjir demi keselamatan bersama.
Editor: Aspian Nur