Air setinggi 30 hingga 80 sentimeter menggenangi rumah warga di beberapa kelurahan, diantaranya Loa Ipuh, Maluhu, Timbau dan beberapa titik laiannya di Kecamatan Tenggarong Seberang, membuat aktivitas masyarakat terganggu.
Banjir kali ini yang kesekian kalinya terjadi padahal baru dua pekan lalu tepatnya pada 12 Mei 2025 sudah merendam jalan dan rumah masyarakat Kota Raja.
"Saya bangun kok melihat air sudah masuk rumah, langsung saya panggil suami saya cepat-cepat angkat perabotam rumah," kata Ayu, seorang ibu rumah tangga yang bermukim di Kelurahan Mahulu.
Ayu bersama warga lain terpaksa menunda pergi ke kantor karena mengurus rumahnya yang kebanjiran. "Ya mau gimana lagi, kalau keadaan seperti ini, hari ini juga terpaksa menunda masuk kantor karena takut kalau ditinggal banjir semakin tinggi," ungkapnya.
Sementara Rahmat, warga Jalan Pesut, berharap ada solusi nyata dari peristiwa ini. Mereka khawatir jika terus dibiarkan, debit air yang semakin tinggi bisa menimbulkan banjir yang semakin melebar dan dalam.
“Sebelum-sebelumnya jarang ada banjir, tahun ini saja sampai masuk rumah, mudahan segera ada solusi terbaik dari pihak terkait untuk menangani persoalan banjir ini," harap Rahmat.
Pantauan Korankaltim.com di lapangan, banjir juga terjadi di Kampus Unikarta, Jalan Wolter Monginsidi, Jalan Gunung Belah, Jalan Sangkulirang, Jalan Mawar, Bundaran Tuah Himba, Jalan Tambak Rel dan Jalan Pesut.
Editor: Aspian Nur