Dialog menteri ini bertujuan dalam upaya memperkuat koordinasi, komunkasi dan sinergitas antara kementerian social dengan pemerintah daerah guna mendukung pelaksaan program bantuan sosial.
“Dalam arahannya menteri social menyampaikan dan menyosialisasikan program-program prioritas pusat yang berhubungan dengan kementerian social diantaranya penggunaan DTSEN dan sekolah rakyat,” kata Yuliandris Suherdiman kepada korankaltim kemarin.
DTSEN itu masih dalam proses verifikasi yang nanti keseluruhan terutama untuk penanganan kemiskinan itu sumbernya dari DTSEN itu. Kemudian sekolah rakyat seluruh kabupaten kota provinsi itu diwajibkan untuk menyelenggarakan sekolah rakyat.
“Untuk di kita sudah menyiapkan lahan dan kemarin sudah di-survei oleh balai kementerian PU yang nanti masih menunggu hasil survey nya untuk lahan kita kemungkinan untuk Kukar ini tidak dibangun di 2025 ini, kemungkinan tahun depan,” ucapnya.
Karena ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi diantaranya seperti misalnya status tanah yang masih hibah belum sertifikat dan itu memerlukan proses, kemudian lahan yang ada itu bukan lahan dengan kondisi siap bangun. Jadi harus dilakukan land clearing dulu, pematangan dulu dan itu memerlukan biaya.
“Dan kemarin dari balai kementerian PU itu berharap di akhir bulan ini tanah itu sudah siap bangun, kita belum siap karena perlu anggaran dan itu diarahkan menggunakan APBD kita, kita belum siap tahun ini, sama dengan pemerintah provinsi begitu juga, karena rata-rata lahan di wilayah kita sini jarang yang ada lahan siap bangun, meskipun datar lahan itu gambut,” ungkapnya.
Pentingnya dialog Menteri Sosial menghadirkan pilar-pilar sosial yang merupakan ujung tombak pelayanan sosial langsung berhadapan dengan masyarakat penerima manfaat ini bisa benar-benar mencerna dengan baik apa yang disampaikan oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf.
“Jadi apa yang disampaikan Pak Menteri kemarin itu menjadi motivasi bagi kawan-kawan pilar-pilar sosial menjadi pengetahuan menjadi bekal,” ujarnya.
Terlebih lagi lanjut Yuliandris, untuk pendamping PKH juga TKSK serta petugas lainnya itu sebetulnya mereka adalah orang-orang kementerian yang ditugaskan di Kukar. Motivasi dari menteri sosial itu sangat bagus, yaitu bagaimana para pilar sosial itu bisa meyakinkan kepada masyarakat bahwa bantuan sosial itu harus sementara jangan sampai masyarakat itu tergantung dengan bantuan sosial.
“Bahkan ada tagline nya itu ialah ‘bantuan sosial sementara pemberdayaan sosial selamanya’, nah ini menjadi pedoman bagi teman-teman pendamping PKH dan pilar sosial lainnya bagaimana membangun itu kepada masyarakat, menyadarkan itu kepada masyarakat agar masyarakat tidak tergantung terus dengan bantuan sosial, termasuk di kita Dinas Sosial kedepannya itu jangan terfokus pada bantuan sosial tapi bagaimana melakukan pemberdayaan kepada masyarakat yang masih belum bisa produktif,” tegasnya. (*/kk)