Kejadian bermula sekitar
pukul 11.30 WITA, ketika korban yang bertugas di bagian dapur kapal
sedang mencuci piring di buritan kapal yang berada di tepian sungai.
Namun, tutup wajan yang sedang dicucinya terjatuh ke air. Tanpa berpikir
panjang, ia terjun ke sungai untuk mengambilnya.
Nahas arus
sungai yang deras membuat korban kelelahan. Ia sempat berusaha berenang
menuju tepian, tetapi gagal. Tubuhnya terseret arus deras Sungai Mahakam
dan hingga kini belum ditemukan.
“Berdasarkan keterangan saksi,
korban dapat berenang namun saat itu kondisi air arusnya sedang deras
dan hingga kini korban belum ditemukan. Kami juga langsung berkoordinasi
dengan Satpolairud Polres Kukar, Polairud Polda Kaltim serta instansi
terkait, hari ini masuk pencarian kedua bersama Basarnas,” jelasnya
Kapolsek Kota Bangun, AKP Ribut Minggu (18/5/2025).
Lanjutnya,
tim yang melakukan pencarian tengah menghadapi kendala, derasnya arus
Sungai Mahakam dan keruhnya air sangat membatasi jarak pandang. Cuaca
yang tidak menentu di sekitar lokasi menjadi kendala di lapangan.
“Tim
hingga saat ini masih menyisir permukaan air dan pinggir sungai
menggunakan perahu karet, namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda
keberadaan korban,” tandasnya.
Editor: Erwin