Tragedi memilukan yang menimpa S itu terjadi di RT 014, Dusun Kebon Rejo, tepatnya di tengah kebun sawit yang biasa digarap almarhum sehari-hari mencari nafkah untuk keluarga sebagai petani sawit.
Kapolsek Kota Bangun, AKP Ribut kepada Korankaltim.com menjelaskan S pertama kali ditemukan oleh menantunya Wawan Subagyo sekitar pukul 17.20 WITA setelah keluarga mulai merasa khawatir karena pria itu tidak pulang seperti biasanya usai bekerja.
“Biasanya almarhum pulang untuk shalat Dzuhur tapi hingga lewat Ashar bahkan menjelang Maghrib dia belum kembali, ditelepon tidak diangkat. Akhirnya menantunya menyusul ke kebun dan menemukan mertuanya sudah dalam kondisi meninggal di tengah ladang sawit,” papar Ribut Jumat (16/5/2025).
Saat ditemukan Wawan posisi S tertelungkup seperti orang bersujud, masih mengenakan baju kaos berwarna putih dan sepatu boot. Ciri fisik S saat ditemukan memperkuat dugaan kalau dia meregang nyawa akibat sambaran petir. Bagian kepala hingga leher, lengan kiri dan betis kiri yang menghitam memperkuat dugaan itu, apalagi cuaca hujan yang begitu deras mengguyur pada sore kemarin.
Tim dari Polsek Kota Bangun bersama tenaga medis dari Puskesmas Rimba Ayu segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal. Hasil pengecekan menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh S. Pihak keluarga juga telah mengikhlaskan kepergian S dan menolak dilakukan visum maupun otopsi.
“Keluarga menilai ini musibah. Tidak ada indikasi kriminalitas dan almarhum memang dikenal rutin bekerja di kebun setiap hari,” tutup Ribut.
Editor: Aspian Nur