Pada tahun 2025, Perkim menargetkan pembangunan 2.084 titik lampu penerangan jalan yang tersebar di 12 kecamatan dan 70 desa atau kelurahan.
Kabid Perumahan Dinas Perkim Kukar, Heri Setiawan menjelaskan target tersebut merupakan bagian dari rencana strategis penerangan kawasan permukiman yang mengutamakan efisiensi dan keberlanjutan.
“Untuk perhitungan perencanaan kita di 2025, ada 2.084 titik. Ini tersebar di 12 kecamatan dan 70 desa atau kelurahan, dan tentunya ini sudah dikaji oleh tim kami," jelasnya, Rabu (14/5/2025) kemarin.
Penerangan jalan ini akan diprioritaskan di area yang memiliki intensitas aktivitas tinggi dan membutuhkan jaminan keamanan serta kenyamanan bagi masyarakat. Lokasi yang menjadi sasaran meliputi fasilitas seperti pasar, musola, masjid, dan area pumukiman di gang-gang.
“Kami mengutamakan pemasangan di tempat-tempat yang rawan dan sering digunakan aktivitas masyarakat, seperti fasilitas ibadah dan gang-gang agar memudahkan masyarakat,” tuturnya.
Salah satu keunggulan dari program ini adalah penggunaan sistem tenaga surya atau solar cell, terutama di wilayah lingkungan pemukiman dan gang-gang kecil. Langkah ini diambil guna mengurangi ketergantungan pada jaringan listrik PLN dan sekaligus menekan biaya operasional.
“Dengan memanfaatkan panel surya, kita bisa menghemat energi dan tidak membebani jaringan PLN, dan tentunya ramah lingkungan," ungkapnya.
Heri juga menyebut bahwa desain penerangan mengikuti interval tertentu, yakni setiap 25 meter. Tetapi, karena efisiensi anggaran dan kebutuhan yang bertahap, beberapa titik akan diajukan untuk tahun berikutnya.
“Semua dilaksakan secara bertahap secara interval ideal, maka beberapa titik kami usulkan di tahun selanjutnya,” jelasnya.
Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendukung transisi energi hijau dan ramah lingkungan. Penggunaan tenaga surya dianggap solusi tepat untuk wilayah-wilayah yang sulit dijangkau jaringan PLN atau memiliki daya listrik terbatas.
Dengan target dan pendekatan yang tepat sasaran, program penerangan jalan berbasis tenaga surya ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi warga, tetapi juga menjadi langkah konkret Pemkab Kukar menuju pembangunan berkelanjutan yang inklusif dan ramah lingkungan.
"Disperkim berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, tentu adanya penerangan jalan di pemukiman ini menjadi program yang secara tidak langsung menyentuh masyarakat," tutupnya. (*/kk)