Di Kutai Kartanegara, longsoran tanah terjadi pada jalur penghubung Loa Duri – Loa Janan yang menimbulkan kepanikan warga karena disertai korsleting listrik akibat tiang PLN yang roboh tertimpa longsoran dari gunung tersebut.
Sam, seorang saksi di lokasi kejadian menyebut longsor terjadi secara tiba-tiba saat ia dan sejumlah warga hendak berangkat kerja.
“Air dari gunung turun dengan deras diikuti tanah yang berhamburan penuh lumpur. Kami pekerja ini tidak bisa lewat,” ujar Sam kepada Korankaltim.com pagi tadi.
Derasnya air dari atas gunung Loa Duri membawa serta material tanah dan bebatuan membuat jalur utama tertutup. Tak hanya membuat aktivitas warga lumpuh, longsor juga menyebabkan ambruknya beberapa tiang listrik. Satu tiang sempat menimbulkan percikan api akibat korsleting, memicu kekhawatiran akan potensi kebakaran. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Saat ini akses jalan dari arah Loa Kulu menuju Loa Janan untuk sementara ditutup. Warga yang hendak melintas terpaksa mencari jalur alternatif atau menunda perjalanan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar langsung menurunkan 15 personel dari Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi kejadian dan fokus mengevakuasi material longsoran.
Koordinator Lapangan BPBD Kukar Eko Suryawinata mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak memaksakan diri melintas di jalur tersebut.
“Kami sudah diperjalanan turun ke lokasi, membawa beberapa alat untuk proses penanggulangan bencana di Loa Duri,” kata Eko.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi material longsoran masih berlangsung.
Editor: Aspian Nur