Nurul, adik dari salah satu warga terdampak, Asikin, menceritakan detik-detik insiden yang membuat keluarganya panik dan harus menyelamatkan diri dari dalam rumah.
“Saat itu adik saya sedang memasak, tiba-tiba terdengar suara keras. Dia langsung berteriak dan lari keluar rumah,” ungkap Nurul saat ditemui awak Korankaltim.com, Jumat (2/5).
Tak hanya tempat tinggal mereka, delapan petak keramba ikan milik keluarganya tidak bisa diselamatkan setelah seluruhnya hancur terseret kapal ponton.
“Ada delapan petak di belakang rumah keramba ikan itu habis, piring-piring untuk acara juga habis, sama bagian dapur itu udah habis semua,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu korban terdampak, Gun, menuturkan bahwa ia melihat tali kapal ponton putus, menyebabkan kapal kehilangan kendali dan menghantam rumah-rumah di tepi sungai.
“Kami sebetulnya tidak ingin musibah ini terjadi. Tapi karena ini sudah kejadian, saya berharap ada titik tengah yang cukup bagi kedua belah pihak,” ujar Gun.
Bangunan rumah milik Gun kini dalam kondisi miring. Ia menyebutkan bahwa material utama rumahnya adalah kayu ulin, yang membuat proses perbaikan akan memakan waktu.
Pihak perusahaan melalui Kepala Operasional PT Kurnia Lintas Samudera, Herlinur, menyatakan siap bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
“Kita bertanggung jawab, ini memang yang menyenggol kapal kita, nantinya diselesaikan juga melalui proses polsek ataupun polres, sehingga masalah ini cepat terselesaikan,” ungkapnya.
Herlinur akui saat kejadian, anak buah kapal menghadapi medan cukup ekstrem. “Kabut sangat tebal, angin kencang, dan arus sungai sangat deras. Ini membuat tali kapal putus,” jelasnya.
Kapolsek Tenggarong, Iptu Budi Santoso juga membenarkan kejadian tersebut dan pihaknya bersama Polairud telah mempertemukan kedua belah pihak, untuk menemukan titik terang. “Pihak terkait telah bertemu untuk menemukan jalan tengah,” tutupnya.
Editor: Erwin