Pada kesempatan itu, Bahlil meminta Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dan Eni Indonesia meningkatkan produksi migas untuk memenuhi target lifting migas sebesar 605 ribu barel per hari dan gas 1,01 juta barel setara minyak per hari sesuai target APBN 2025.
Bahlil melaksanakan kunjungan lapangan pertama ke Terminal Loading Area (TLA) Senipah Peciko South Mahakam (SPS) untuk melihat langsung fasilitas produksi. Turut bersamanya, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, Direktur Utama Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri, dan Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud.
Hadir juga dalam Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Chalid Said Salim, Direktur Utama PHI Sunaryanto, General Manager PHM Setyo Sapto Edi.
"Pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong terciptanya iklim investasi yang kondusif dan mendukung upaya eksplorasi serta pengembangan lapangan migas baru," kata Bahlil dalam rilis SKK Migas yang diterima Korankaltim.com Kamis (1/5/2025) hari ini.
Dari fasilitas produksi SPS milik PHM, rombongan kemudian mengunjungi fasilitas produksi jangkrik atau Onshore Receiving Facility (ORF) Eni Indonesia.
Bahlil mengatakan kunjungan lapangan ini merupakan tindak lanjut pemerintahan Presiden Prabowo dalam mewujudkan Asta Cita yaitu tentang ketahanan dan kedaulatan energi.
"Eni Indonesia merupakan salah satu penghasil gas terbesar, dan produksi gas dari sini hasilnya bisa mengalami kenaikan pada tahun 2027-2028. Puncaknya 2030," ujarnya.
Menurut Bahlil, ada satu harapan besar dalam upaya meningkatkan lifting migas nasional. "Insyaallah target lifting akan tercapai, bahkan akan bisa melebihi target dari yang APBN tetapkan," katanya.
Bahlil menjelaskan bahwa berbicara tentang lifting merupakan produksi jangka panjang. Untuk itu, ia berharap agar segera melakukan reaktivasi terhadap sumur-sumur idle dan mempercepat rencana pengembangan proyek migas. (*/kk)