Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperkim Kukar M Aidil menjelaskan program pembangunan sarana sanitasi dan air bersih diarahkan berdasarkan data stunting dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar sebagai bagian dari upaya menekan angka stunting di daerah tersebut.
"Sanitasi memang menjadi bagian dari program kami disini, data kami merujuk pada data stunting di Dinkes, meski belum seluruhnya kami tangani, dari data yang masuk ke RBPK, kami dapat melihat kondisi masing-masing wilayah untuk menentukan prioritas," kata Aidil.
Pada tahun lalu, Disperkim Kukar telah mendistribusikan kurang lebih 1.000 unit sarana sanitasi kepada masyarakat. Sementara pada tahun 2025 ini, target distribusi mencapai sekitar 400 unit, tetap dengan mempertimbangkan skala prioritas dan keterjangkauan anggaran yang tersedia.
Disperkim Kukar juga akan membentuk tim khusus guna mempercepat penyediaan air bersih di kawasan perdesaan.
Tim tersebut terdiri dari perwakilan Bappeda, DPMD, serta Disperkim sendiri. Mereka bekerja sama mengembangkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) perdesaan yang dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau Kelompok Sistem Penyediaan Air Minum (KPSAM).
Sebagai pilot project nyata, Desa Sedulang menjadi lokus yang berhasil mengoperasikan SPAM perdesaan ini dengan dukungan penuh dari PDAM, termasuk dalam pelatihan administrasi dan sistem pembayaran.
"Kami ingin memastikan bahwa pengelolaan air bersih ini berkelanjutan, sehingga pihak PDAM itu memberikan edukasi dan pemahaman dari segi administrasi dan pengelolaan pembayaran masyarakat," tuturnya.
Pada tahun ini, pembangunan SPAM perdesaan direncanakan akan tersebar di berbagai wilayah di Kukar, dengan fokus utama di Muara Jawa, Samboja, dan Kota Bangun, khususnya di desa-desa seperti Loleng dan Kedang Ipil. Kawasan ini dipilih karena tingkat kebutuhan akan air bersih yang dinilai sangat mendesak.
Program-program ini merupakan bagian dari pelayanan dasar yang menjadi tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Disperkim Kukar.
"Kami berkomitmen untuk melayani kebutuhan masyarakat akan air bersih, air minum, sanitasi layak, hingga penerangan jalan umum, sesuai dengan pagu anggaran yang tersedia," ujar Aidil.
Upaya ini mendapat sambutan positif dari masyarakat desa yang menjadi penerima manfaat. Warga merasa terbantu, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari yang sebelumnya cukup sulit dijangkau, seperti sanitasi sehat dan air bersih.
Disperkim Kukar berharap seluruh program pembangunan yang mereka jalankan bisa menjadi prioritas utama masyarakat, serta mampu meningkatkan kualitas hidup warga secara menyeluruh. "Semoga yang kami bangun benar-benar bermanfaat dan menjawab kebutuhan di lapangan," tutup Aidil. (*/kk)