Faisal menekankan pentingnya membangun karakter siswa dengan pondasi akhlak, etika pelayanan serta kewaspadaan digital di era modern.
Faisal merasa bangga dengan atmosfer pendidikan yang terjaga baik di SMK Farmasi dan menilai suasana sekolah menunjukkan tingkat integritas yang tinggi, yang menjadi modal utama untuk membentuk tenaga kesehatan profesional di masa depan.
"Mudah-mudahan akhlak terus mewarnai peserta didik disini agar nantinya dalam dunia kerja ataupun pendidikan perguruan tinggi ilmu yang didapatkan bisa bermanfaat begitupun dengan akhlaknya," harap Faisal disela acara kepada Korankaltim.com.
Di dunia farmasi apalagi di wilayah terpencil, integritas dalam pelayanan menjadi kunci utama karena dalam profesi ini seringkali pasien mengandalkan sepenuhnya pelayanan kesehatan, bahkan tanpa bisa mengecek detail seperti tulisan resep dokter spesialis.
Diingatkan pula pentingnya etika dalam menjalankan tugas, bahkan untuk hal-hal sederhana seperti pemberian obat kepada pasien. "Harus jujur karena kejujuran itu mengantarkan pada kesuksesan," tegas Faisal.
Selain membahas etika, Faisal juga menyampaikan pesan penting tentang tantangan dunia digital bagi tenaga kesehatan masa kini. Dirinya menyoroti algoritma media sosial bisa membuka peluang luas bagi profesi kesehatan, tetapi di sisi lain juga bisa menimbulkan bahaya jika tidak dibarengi dengan sikap dan etika yang benar.
"Dalam zaman serba viral ini, ada banyak contoh ketidaksesuaian perilaku tenaga kesehatan dengan standar profesi. Saya berharap anak-anak kita tidak ikut arus negatif," ucapnya
Namun digitalisasi tetap harus ada sebagai bagian dari perkembangan zaman. "Tidak bisa meninggalkan digital, yang penting harus bijak dan tetap memegang etika di dunia digital," tutup Faisal.
Editor: Aspian Nur