Ketua RT 14, Kelurahan Baru, Agus, menyebutkan bahwa banjir ini telah menjadi masalah rutin setiap kali hujan deras datang. Hal tersebut disebabkan oleh drainase yang tidak mampu menampung volume air yang besar.
“Sudah sering sekali banjir disini, usulan itu bahkan sampai ke kabupatena tapi nyatanya tidak ada. Kami minta bantu agar sekiranya mendapatkan solusi,” ucapnya kepada Korankaltim.com, Kamis (24/4/2025).
Banjir di RT 14, Kelurahan Baru diperkirakan mencapai ketinggian 50 hingga 80 cm. Namun, pernah mencapai setinggi pinggang orang dewasa.
“Air lambat surut karena parit penuh endapan tanah dan pasir, sementara daya serap tanah ini menurun akibat banyaknya penduduk dan pembangunan. Bukan cuma RT 14 saja, RT 17 juga mendapatkan imbasnya,” ujarnya.
Sementara itu, Ramli (45), warga yang sering melintas, mengeluh karena setiap terjadi banjir dan melewati jalan tersebut ia harus mematikan mesin motornya lalu mendorong.
“Kadang harus mendorong karena kalau dibiarkan menyala, sering kemasukan air alhasil mogok,” ucapnya.
Hal ini diakuinya membuat resah, meski air surut setelahnya tetapi peristiwa ini terulang terus menerus.
“Mudahan ada solusi terbaiklah, agar tidak seperti ini terus. Mohon perhatiannya pemerintah agar segera melakukan perbaikan,” tutupnya.
Editor: Erwin