Kecamatan Muara Kaman, khususnya Desa Muara Kaman Ulu dan Muara Kaman Ilir, menjadi yang paling terdampak, banjir mulai menggenangi daerah tersebut sejak Jumat (18/4/2025) sore.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kukar, Abdal mengungkapkan bahwa banjir kini menggenangi rumah-rumah warga yang berada di bantaran sungai serta jalan desa dengan kedalaman air diperkirakan mencapai satu meter di atas permukaan jalan.
Berdasarkan data, daerah Muara Kaman terendam banjir dengan ketinggian 100-150 cm, Muara Wis dengan ketinggian setara selutut orang dewasa, Kenohan dengan ketinggian sepinggang orang dewasa, Muara Muntai dengan ketinggian selutut orang dewasa dan Sebulu dengan ketinggian 50-100 cm.
Meskipun belum ada data pasti mengenai jumlah Kepala Keluarga (KK) atau warga yang terdampak, aktivitas warga mulai terganggu. Warga diminta untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir yang lebih besar.
“Kami langsung berkoordinasi dengan aparat kecamatan menyiapkan personel Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB), faktor utamanya karena hujan deras yang tak menentu,” jelasnya, Rabu (23/4/2025).
Pemerintah kecamatan juga telah mengeluarkan imbauan kepada warga agar berhati-hati dan waspada terhadapba potensi bencana lanjutan. Langkah ini bertujuan mencegah timbulnya korban jiwa akibat situasi banjir yang kian meluas.
BPBD Kukar dan aparat Kecamatan Muara Kaman memastikan ketinggian air terus meningkat. Meski demikian, situasi masih dinyatakan aman. Warga tetap diminta untuk tidak lengah, dan tetap mengikuti arahan dari pemerintah desa maupun kecamatan.
Tak hanya dua desa tersebut, banjir juga melanda Desa Lebaho Laq yang masih berada dalam wilayah Kecamatan Muara Kaman. Meski desa tersebut masih tergenang, aktivitas masyarakat disebut berjalan relatif normal.
Namun, potensi banjir susulan tetap menjadi ancaman mengingat cuaca belum membaik. “Melihat cuaca di Kukar, terkadang panas terik tetapi malamnya hujan, ini yang selalu kami antisipasi dengan masyarakat agar waspada,” tuturnya.
BPBD Kukar juga mengerahkan anggota ke Kecamatan Muara Muntai bahwa banjir mulai menyebabkan gangguan transportasi. Dua titik jalan utama terputus akibat genangan air, memaksa warga Desa Kayu Batu menggunakan kapal feri sebagai alternatif menuju daerah perkotaan.
“Kami telah mengirimkan sembilan regu untuk membantu dan mengevakuasi warga terdampak,” ujarnya.
Cuaca yang tidak menentu dengan curah hujan tinggi, ditambah naiknya air laut dan Sungai Mahakam, membuat ancaman banjir meluas ke kecamatan lain seperti Muara Wis, Kota Bangun, Kenohan, Sebulu, bahkan hingga ke Tenggarong.
“Daerah Kenohan, Muara Wis dan Kota Bangu bahkan sampai daerah Sebulu air juga masih pasang, beberapa kendaraan juga tidak bisa lewat karena debit air terus meningkat,” ungkapnya.
Melihat potensi bencana yang makin meluas, BPBD Kukar mengimbau pemerintah kecamatan hingga ke tingkat RT dan dusun untuk aktif mengingatkan masyarakat agar tetap waspada. Kewaspadaan dini dianggap penting untuk meminimalisir dampak buruk, baik terhadap harta benda maupun nyawa warga.
“Kami imbau untuk masyarakat dan warga agar selalu waspada, ketika hujan deras dan dataran rendah segera cari tempat yang tinggi jika dirasa perlu untuk mengungsi,” pungkasnya.
Editor: Erwin