Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Mahakam Suparno didampingi Asisten Manajer Humas dan Protokol Wahono mengatakan sebagai bentuk upaya peningkatan kualitas air, pihaknya akan membangun kerjasama dengan perusahaan luar daerah.
“Memang saat ini ada beberapa perusahaan yang terlibat dalam skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Seperti yang kita ketahui bersama, pada musim-musim tertentu, kita sering menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas air yang cenderung berubah setiap tahunnya, terutama saat terjadi banjir. Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) kita bersama. Oleh karena itu, kami berencana menggandeng PT Tiara Cipta Nirwana untuk menerapkan teknologi membran,” katanya kepada Korankaltim.com, Minggu (20/4/2025).
Kerja sama dengan perusahaan yang telah menerapkan teknologi ini dinilai tepat, mengingat teknologi membran sudah berhasil diterapkan di Bali, khususnya dalam pengelolaan air di Waduk Estuari Bali. Kualitas air di sana pun dinilai memiliki karakteristik yang hampir serupa dengan air baku dari Sungai Bekotok.
“Kami akan mencoba mentransfer ilmu nya, bisa tidak diterapkan di Kabupaten Kukar, harapan kami Kota Tenggarong dulu sementara ini karena setiap tahun itu air yang kita hadapi pada saat musim kemarau begitu hujan, air kita bangar terus juga musim hujan kualitas air baku di juga menurun,” terangnya.
Kerjasama ini nantinya diharapkan dengan kecanggihan teknologi yang mumpuni maka bisa merubah atau mengolah kualitas air baku yang menurun itu tetap bisa dilakukan.
“Mudahan itu nanti bisa berjalan dengan baik, itu harapan pak bupati agar bisa berinovasi, jadi tidak setiap tahunnya karena air bangar (pasrah, red) tapi ada upaya-upaya kami, yaitu apa yang dilakukan dalam meningkatkan kualitas dengan kondisi air baku yang setiap tahunnya semakin jelek,” tegasnya.
Editor: Erwin