Plt Kepala Dinsos Kukar Yuliandris Suherdiman didampingi Kepala Bidang Penanganan Korban Bencana dan Pengelolaan Taman Makam Pahlawan, Riadi Hadinoto mengatakan dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Dinsos Kukar bisa menyalurkan bantuan ketika ada permohonan dari pemerintah desa/kelurahan setempat dan ketika warga terdampak banjir terpaksa harus mengungsi ke posko darurat. Namun kebijakan ini tidak berlaku bagi warga terdampak banjir tahunan yang tidak perlu terpaksa mengungsi.
“Khusus banjir tahunan atau rutin seperti di Kembang Janggut dan Tabang itu dalam hal ini belum ada kita drop bantuan, karena itu sebetulnya bisa dikatakan bencana enggak, enggak juga namun nyatanya memang bencana,” kata Riadi.
Pada persoalan ini, lanjut Riadi yang terjadi di Kembang Janggut dan Tabang adalah semacam banjir musiman. Sebetulnya kalau khusus banjir itu, warga pengungsi-lah yang diberikan bantuan, namun selama mereka warga di daerah hulu ini sudah terbiasa dan sudah mempersiapkan sebelumnya dengan fenomena banjir musiman ini.
”Jadi mereka kalau banjir ya naik ke lantai dua, dan itu belum kita keluarkan bantuan dalam hal korban bencana, karena itu semacam rutinitas, bahkan mereka itu kalau banjir menjadi anugerah, panen sector perikanan melimpah dan berkah ikan,” ungkapnya.
Riadi menerangkan, mengetahui fenomena banjir tahunan di Kukar ini, sempat pada saat lalu di masa kepemimpinan Kemensos di kepalai oleh Tri Rismaharini sempat heboh dengan terjadinya banjir.
“Dulu jamannya Ibu Risma, orang Kemensos nelpon ke saya ini, kenapa kok tidak ada bantuan, ya saya bilang saya tanya mana dia tunjukkan dan kami jelaskan bahwa di video ini jelas airnya enggak mengalir, artinya itu hanya banjir disebabkan air pasang bukan karena musibah banjir, beda jadi bukan banjir karena musibah tapi karena memang musiman ketika air Mahakam naik air laut juga naik dan hujan juga,” terangnya.
Kondisinya seperti itu, intinya lanjut Riadi ketika warga tidak mengungsi, maka itu masih dalam kategori aman, kalau yang di Sungai Payang dan Jembayan Kecamatan Loa Kulu ini warga terpaksa mengungsi, karena mereka tidak mungkin mempersiapkan segala sesuatunya dan makanan agak sulit.
“Makanya kita siapkan dapur umum bantuan logistik tenaga dari kita ada juga bantuan dari yang lain seperti PT MHU, perusahaan lain juga ada dan dari Baznas juga ada, PMI Kukar,” bebernya.
Untuk bantuan bagi korban terdampak banjir tahapan pengusulan penyaluran bantuan didasai oleh adanya permohonoan dari pemerintah desa/kelurahan setempat, kemudian ditujukan ke Dinsos Kukar. Dinsos pun dalam menyerahkan bantuan itu juga harus sesuai dengan SPM.
“Artinya kita menyerahkan bantuan itu kepada warga yang sesuai data usulan, yakni by name by address harus tercatat,” tegas Riadi. (*/kk)