Pemuda tersebut belakangan diketahui bernama AMI, berusia 26 tahun dan pertama kali diketahui adik kandungnya sendiri PNI sekitar pukul 14.00 WITA sore hari.
Penemuan bermula saat PNI hendak memanggil kakaknya untuk makan siang namun saat membuka pintu kamar dia terkejut karena melihat sang kakak dalam posisi tergantung dengan tali tambang berwarna biru di dalam kamar. Dalam keadaan panik PNI langsung berteriak memanggil ayahnya yang saat itu sedang berada di dapur.
“Ayah almarhum bergegas ke kamar, memotong tali menggunakan parang dan segera menurunkan jenazah anaknya setelah melapor ke Polsek Sebulu,” jelas Kapolsek Sebulu, AKP Randy kepada Korankaltim.com Jumat (4/4/2025).
Aparat kepolisian yang menerima laporan langsung menuju lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh AMI, hanya terdapat bekas jeratan tali di leher.
Kepada polisi, keluarga almarhum menyampaikan ada dugaan AMI sedang mengalami masalah pribadi, termasuk hubungan asmara yang tidak berjalan baik.
Orangtuanya menyebut anaknya telah menjalin hubungan selama dua tahun tetapi belum pernah bertemu secara langsung dengan pasangannya.
“Pihak keluarga menolak untuk dilakukan visum maupun autopsy dan sudah menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah murni karena adanya gantung diri, mereka juga telah menandatangani surat pernyataan penolakan visum,” ujar Randy.
Polisi mengamankan barang bukti sebuah tali tambang sepanjang 70 sentimeter dan sebuah handphone milik almarhum.
Sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan mental, Randy menganjurkan jika ada permasalahan atau keluh kesah dapat diceritakan melalui ahlinya.
"Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi, jika ada permasalahan ataupun keluhan dapat melaporkan ke kami," harap Randy.
Disklaimer: Bagi Anda yang mengalami gejala kecenderungan bunuh diri segera
berkonsultasi dengan psikolog, psikiater, atau klinik kesehatan mental.
Editor: Aspian Nur