Rencana awal kegiatan ini dilakukan di Gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kukar, Tenggarong Seberang, namun digeser ke Kantor Kemenag Kukar.
Kepala Kantor Kemenag Kukar Nasrun mengatakan rukiyatul hilal merupakan program rutin yang dilaksanakan oleh Kemenag se-Indonesia secara bersamaan. “Hanya Bali yang tidak melaksanakan karena menghormati dengan yang bersamaan yakni Hari Raya Nyepi, . jadi berdasarkan dari data bimas Islam Kemenag, posisi hilal hari ini berada di minus 2 derajat sehingga hal ini tidak memungkinkan untuk Imkanur-rukyat yang mensyaratkan dari negara-negara MABIMS (Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) itu adalah 3 derajat,” kata Nasrun kepada Korankaltim.com usai kegiatan pemantauan hilal petang tadi.
Kalau data hari ini dikomparasikan dengan data untuk besok yaitu Ahad 30 Maret 2025 posisi hilal pada waktu yang sama sekitar pukul 18.20 WITA itu untuk besok maka posisinya di 9 derajat, dan ini yang artinya posisi bulan sudah sangat tinggi.
“Dengan demikian maka bisa dipastikan 1 Syawal akan jatuh pada hari Senin tanggal 31 Maret 2025,” ucap Narsun.
Walaupun demikian Kemenag selaku lembaga yang memiliki pemimpin tertinggi yakni Kementerian Agama RI, maka tetap akan mendengarkan atau mengikuti keputusan pengumuman resmi yang akan disampaikan oleh menteri agama pada malam hari ini.
“Untuk itu saya selaku kepala Kemenag tentu rasa bersyukur bahwa lebaran kali ini antara pemerintah dan ormas Muhammadiyah bisa bersamaan dan kita sambut hari raya idufitri dengan penuh sukacita tetap jaga keamanan keselamatan dalam memeriahkan pelaksanaan hari raya idul Fitri,” tutup Nasrun.
Editor: Aspian Nur