Dialog yang dipusatkan di Pendopo Wakil Bupati Kukar ini merupakan rangkaian pelantikan pengurus Pers Mahasiswa Unikarta. Hadir sebagai narasumber Pembantu Rektor III Unikarta, Misran; dan Pranata Humas Diskominfo Kukar, Zainal Effendi Joesoef; dan Pemred Koran Kaltim, Supiansyah.
Pemred Koran Kaltim Supiansyah membuka dialog dengan penjelasan peluang karier dan cerita pengalamannya selama menjadi wartawan. Hampir 20 tahun berkecimpung di dunia pers, dia turut menceritakan pergeseran pola pikir wartawan dan kerja jurnalistik saat ini.
Pola tersebut bolehlah bergeser, tetapi poin yang perlu di ingat bagaimana kualitas dan sebuah penulisan harus tetap dijaga serta dipertahankan, meskipun saat ini kondisinya telah berubah tetapi cara pembedanya terletak dari kualitas penulisan yang disajikan dengan faktual dan akurat.
“Terkait peluang usaha, pers dewasa ini tidak hanya menjual berita dan konten. Perusahaan pers dihalalkan untuk menjalankan usaha lain seperti bisnis penerbitan, periklanan, dan juga bidang pelatihan,” kata dia.
Cara ini sebagai upaya yang diberikan oleh Dewan Pers agar perusahaan pers dapat bertahan di tengah kondisi yang mulai sulit.
Wakil Rektor III Unikarta, Misran mengatakan begitu pula dalam cakrawala berpikir dalam dunia penulisan buku, tantangan yang dihadapi saat ini kurangnya minat membaca sehingga adanya pergesaran para penulis muda.
“Saya sering di wawancara oleh wartawan alumni Unikarta, saya bilang kenapa tidak buat satu UKM yang fokus dalam dunia penalaran yang kritis, dan saya harap itu bisa dijadikan satu karya yang bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.
Dijelaskan pula oleh Zainal Effendi Joesoef, dalam dunia penyajian informasi dan hubungan masyarakat, tentu perlu dilandasi oleh keahlian meskipun digitalisasi telah bergeser ke AI.
Dalam dunia humas tetap dibutuhkan harmonisasi menjalin hubungan kepada sesama, inilah menjadi nilai bahwasanya manusia memiliki perbedaan di zaman yang serba canggih ini.
“Tantangan dan peluang itu pasti ada, sehingga kita tetap butuh peran sumber daya manusia, inilah yang memebedakan kita dengan AI, profesi ini pada dasarnya tetap dilandasi oleh intusisi dan intelektual,” tandasnya.
Editor: Erwin