Ketua PCNU Kukar Muhammad Askin menjelaskan, konferensi ini menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan, menyusun program kerja, serta memilih kepemimpinan baru yang akan membawa NU Kukar lebih berkontribusi bagi masyarakat.
“Konferensi ini adalah tonggak penting untuk merefleksikan peran NU sebagai organisasi keagamaan dan sosial yang mengakar di masyarakat. Kami ingin semua tahapan berjalan lancar, transparan, dan sesuai denganAD/ART dan Peraturan PBNU,” kata Askin dalam keterangan tertulisnya yang diterima Korankaltim.com Jumat (21/2/2025) hari ini.
Agenda utama kegiatan yaitu pertama evaluasi kinerja kepengurusan selama periode 2020–2025 melalui penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus cabang satu periode kepengurusan.
Kedua dilanjutkan sidang komisi, penyusunan pokok-pokok program kerja cabang seperti penguatan pendidikan Islam, pemberdayaan ekonomi umat, dan sinergi dengan pemerintah daerah. Selanjutnya membahas masalah keagamaan dan kemasyarakatan (Bahtsul Masail), dan penyusunan rekomendasi terkait isu aktual, termasuk penguatan moderasi beragama dan respons terhadap dinamika sosial-politik.
Agenda ketiga yakni Pemilihan Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziyah PCNU periode 2025–2030 melalui mekanisme musyawarah mufakat, dimana yang berhak memilih adalah utusan Majelis Wakil Cabang (MWC) yang merupakan struktur NU di tingkat kecamatan.
Ketua Panitia Rojiin menyampaikan Konferensi Cabang akan dihadiri 80 peserta utusan dari MWC 20 kecamatan serta peserta peninjau yang terdiri dari pimpinan lembaga, badan otonom, serta pengasuh pesantren yang diundang khusus.
“Kami berharap konferensi ini menghasilkan keputusan yang progresif dan inklusif, memperkuat ukhuwah warga NU, serta meningkatkan kontribusi kami dalam pembangunan Kutai Kartanegara,” ucap Rojiin.
Editor: Aspian Nur