Reses yang dilaksanakan secara sederhana dan kental dengan suasana keakraban ini dilangsungkan di salah satu kediaman rumah warga di RT 5 Gang Keminting dengan dihadiri antusias oleh emak-emak, tokoh masyarakat dan para ketua RT, unsur kepemudaan dan alim ulama Kelurahan Loa Tebu.
Desman mengatakan reses ini merupakan agenda wajib untuk menyerap aspirasi memperjuangkan kebutuhan masyarakat Kecamatan Tenggarong khususnya Kelurahan Loa Tebu, sekaligus silaturahmi untuk merencanakan program pembangunan pada kegiatan Tahun Anggaran 2026.
“Di 2025 ini ada di perubahan dan murni 2026 yang bisa dimanfaatkan untuk warga Loa Tebu. Usulan dan penyampaian pada reses kali ini akan menjadi bahan untuk diperjuangkan tahun 2026 nanti,” kata Desman.
Politikus PKB ini menjelaskan, serapan aspirasi pada reses ini akan masuk ke pokok-pokok pikiran (Pokir) Anggota DPRD Kukar yang kemudian diusulkan untuk anggaran perubahan 2025.
Adapun beberapa serapan aspirasi yang ditampung Desman untuk Kelurahan Loa Tebu ini yaitu pada RT 6, bantuan UMKM berupa modal atau barang-barang menunjang usaha, pelatihan kursus menjahit, dan pelatihan penunjang untuk wiraswasta. Pada RT 5 permintaan pengadaan bibit sawit dan perbaikan akses jalan Gang Keminting.
Pada RT 8 fokus di sektor pendidikan, pengusulan gedung Taman Kanak-kanak yakni Raibathul Awal agar bisa dibangunkan ruang kelas. Pada RT 16 terkait sarana prasarana jalan becek di Gang Amal, dan sarana umum yakni pusban dan sekolah, sebelumnya pernah disemen namun kembali hancur. Pada RT 18 usulan peningkatan Gang Keluarga, pembuatan irigasi untuk antisipasi banjir, penerangan jalan. RT 9 usulan keramba ikan untuk usaha warga dan semenisasi pada ruas Gang Gang serta usulan mesin pompa air guna antisipasi musibah kebakaran.
“Dari serapan reses ini untuk kemudian akan saya perjuangkan aspirasi atau keinginan yang menjadi harapan masyarakat, tapi tentu juga saya tetap memperhatikan aturan dan mekanisme yang berlaku karena saat ini ketika masyarakat ingin mengajukan sesuatu harus ada dokumentasi berupa foto dan titik koordinat sebagai acuan kami untuk memperjuangkan,” tegas Desman.
Editor: Aspian Nur