Mereka menuntut tanggung jawab perusahaan plat merah itu atas dugaan pencemaran lingkungan yang menyebabkan kematian massal kerang dara milik petambak.
Dalam aksi kali ini, masyarakat turut membawa puluhan karung kerang dara yang telah mati. Mereka juga memblokir gerbang keluar kantor PHSS. Hingga malam tadi, aksi masih berlangsung.
“Kami masih disini, kami bermalam disini. Kami gembok semua pintunya agar tidak ada yang bisa keluar," kata perwakilan demonstran, M Said.
Mereka tidak akan berhenti bersuara hingga PHSS memenuhi tuntutan mereka.
Aksi ini mendapat dukungan dari DPRD Kutai Kartanegara. Sejak siang anggota Komisi I, yang terdiri dari Sugeng Hariadi, Desman Minang Endianto, Saprudin, Hidayat, dan Erwin berada di lokasi. Mereka selama ini memang konsen memperjuangkan apa yang menjadi tuntutan petambak.
“Komisi I bersikap memberikan arahan kepada warga untuk tetap bertahan di depan di pintu gerbang Pertamina. Saya berharap dari semua pihak nantinya sama-sama ikut peduli, jangan hal ini dianggap sepele,” kata Sugeng.
Politikus PDIP ini berkata, permasalahan ini seharusnya segera ditindaklanjuti oleh Pertamina. Meski perusahaan besar dan berstatus objek vital, kata Sugeng, kalau sudah merugikan masyarakat, perusahaan wajib bertanggung jawab.
“Saya mengutuk keras perusahaan ini, mereka benar-benar tidak punya rasa kemanusiaan. Bahkan tidak mau mengeluarkan satu rupiah pun untuk kemanusiaan. Kami mengambil sikap untuk menghentikan semua kegiatan di PT PHSS,” tegas Sugeng.
Hal senada ditambahkan Desman Minang, bahwa hak masyarakat terdampak dari pencemaran yang diduga dilakukan karena aktivitas pengeboran PT PHSS ini sampai sekarang belum juga diberikan. Komisi I merasa prihatian dan bertekad mengawal kasus ini.
“Kami keluar dari ruang pertemuan karena merasa kecewa dengan perusahaan. Kami miris sampai sekarang hak masyarakat korban pencemaran belum terealisasi," ujar Desman.
Aksi demonstrasi ini mendapat pengawalan ketat dari aparat Polres Bontang. Hingga pukul 21.00 Wita, masyarakat masih bertahan di gerbang kantor PHSS.
Sementara manajemen PT PHSS hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi. (*/kk)
Editor: Aspian Nur