Pemerintah daerah telah melaksanakan rehabilitasi pasca-longsor yang mengakibatkan 9 rumah rusak, sehingga 11 Kepala Keluarga kehilangan tempat tinggal.
Kepala Bidang Rekonstruksi dan Rehabilitasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara (Kukar), Sigit Imam Prasetya menyatakan bahwa setelah terjadinya longsor, masyarakat akan mendapatkan bantuan rumah sewa yang berlokasi sekitar 500 meter dari pemukiman terdampak. Selain itu, telah dilakukan kajian geotek untuk memastikan bahwa lokasi tersebut aman dan layak dihuni.
“Hasil rapat dengan warga Desa Purwajaya akan diberi bantuan berupa rumah sewa melalui dana sosial tidak terencana,” jelasnya kepada Korankaltim.com, Selasa (4/2/2025).
Dalam peninjauan tersebut, pihak Desa Purwajaya juga meminta agar dilakukan kajian mendalam dengan analisis geotek dari tim MIPA Unmul, Samarinda.
Hasil kajian mendalam menunjukkan adanya dugaan aktivitas tambang sekitar 4 kilometer dari lokasi utama, serta kondisi tatanan tanah kavlingan yang berpotensi memengaruhi stabilitas. Aktivitas tersebut diduga mengakibatkan pergeseran struktur tanah, ditambah dengan meningkatnya curah hujan, yang pada akhirnya menyebabkan longsor.
“Kami khawatir kalau tidak segera dilakukan tindak lanjut akan terjadi longsor susulan,” ucapnya.
Sementara itu, di daerah Bukit Biru RT 18 Tenggarong, pihaknya akan mengusulkan kepada dinas terkait agar diberikan bantuan rumah sewa serupa, mengingat wilayah tersebut berpotensi longsor saat curah hujan tinggi, yang seringkali mengakibatkan kerugian.
“Di Kelurahan Bukit Biru RT 18 terdapat dua KK yang terdampak, dapur dan sebagian bangunan sudah amblas,” tuturnya.
Saat ini pihak BPBD Kukar terus melakukan pemantauan dan tindaklanjut terkait dengan mitigasi bencana, beberapa posko ditempat tersebut telah didirikan agar mengantisipasi terjadinya bencana susulan.
“Masyarakat juga telah kami imbau untuk tidak mendekat ke wilayah itu dan jangan ditempati dahulu karena berisiko,” tandasnya.
Editor: Erwin